Rabu, 8 April 2026

Kebakaran

Dugaan Kelalaian di Balik Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi

DPRD Bekasi temukan indikasi kelalaian dalam kebakaran SPBE Cimuning meski fasilitas dinilai sesuai standar.

Penulis: Rendy Rutama | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota/Rendy Rutama
KEBAKARAN SPBE BEKASI - Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Anton (Kemeja batik warna merah) saat memantau Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang terbakar di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Kamis (2/4/2026) sore. DPRD Bekasi temukan indikasi kelalaian dalam kebakaran SPBE Cimuning meski fasilitas dinilai sesuai standar. 

Ringkasan Berita:
  • Kebakaran SPBE di Cimuning, Mustika Jaya, Bekasi, diduga akibat kelalaian meski fasilitas telah memenuhi standar keselamatan.
  • DPRD Kota Bekasi meminta evaluasi menyeluruh seluruh SPBE, terutama yang berada di kawasan permukiman, serta mendata jumlah SPBE yang beroperasi guna mencegah kejadian serupa terulang.

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Fakta baru terungkap dalam kasus kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, yang terjadi pada Rabu (1/4/2026).

Anggota Komisi II DPRD Kota Bekasi, Anton, mengatakan, fakta itu terkait adanya dugaan indikasi kelalaian dalam insiden yang menyebabkan korban jiwa tersebut.

Hal itu diketahui Anton usai pihaknya memanggil sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk melakukan evaluasi menyeluruh.

Sebagai informasi, dalam rapat tersebut, DPRD memanggil sejumlah dinas teknis seperti Dinas Tata Ruang (Distaru), Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan), serta Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA).

Dalam rapat itu, DPRD menanyakan perihal teknis keselamatan di perusahaan SPBE itu, hasilnya, diketahui telah memenuhi standarisasi.

Hal serupa juga disampaikan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) yang menyebut fasilitas pendukung seperti hidran telah sesuai prosedur.

Namun menurut Anton, persoalan dalam peristiwa tersebut bukan semata soal standar operasional, melainkan dugaan kelalaian yang berujung fatal.

“Nah ini kan bukan masalah ininya, artinya kan masalah kelalaian kan lebih gitu,” kata Anton saat dikonfirmasi, Selasa (7/4/2026).

Anton menjelaskan, DPRD yang menerima informasi adanya korban meninggal dunia akibat kejadian tersebut meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk evaluasi menyeluruh terhadap seluruh SPBE di Kota Bekasi.

Baca juga: Update Kebakaran SPBE Bekasi, Korban Tewas Bertambah Jadi Dua Orang

Sehingga diharapkan peristiwa serupa tidak kembali terulang.

Selain itu, DPRD juga tengah meminta data jumlah SPBE yang beroperasi di Kota Bekasi, khususnya yang berada di kawasan permukiman warga.

Hanya saja hingga kini data tersebut masih dalam proses pengumpulan oleh dinas terkait.

“Nah kemarin kami minta datanya ke dinas untuk mengecek kembali berapa SPBEnya yang ada di Kota Bekasi Yang terutama yang di pemukiman,” jelasnya.

Wakil Wali Kota Bekasi Bakal Sidak Seluruh SPBE

Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe menyoroti adanya dugaan kelalaian dalam kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, yang terjadi pada Rabu (1/4/2026).

Pasalnya, kebakaran dipicu adanya dugaan kebocoran instalasi SPBE tersebut.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved