Kebakaran
Dugaan Kelalaian di Balik Kebakaran SPBE Cimuning Bekasi
DPRD Bekasi temukan indikasi kelalaian dalam kebakaran SPBE Cimuning meski fasilitas dinilai sesuai standar.
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Dwi Rizki
Terkait hal tersebut, dirinya mengatakan, pentingnya penerapan sistem keselamatan dan kesehatan kerja (K3) secara ketat guna mencegah kejadian serupa terulang.
"Saya kira pertama tentunya, K3 dimana tentunya tadi peralatan pemadam kebakaran itu harus siap sedia," kata Bobihoe di Halaman Kantor Pemkot Bekasi, Bekasi Selatan, Kota Bekasi pada Senin (6/4/2026).
Bobihoe menjelaskan, kesiapan alat pemadam tidak boleh hanya saat kondisi darurat terjadi, melainkan harus sudah optimal sejak awal.
"Jangan kemudian saat datang kebakaran, tapi pada awalnya itu harus ada pemadaman oleh pihak perusahaan," jelasnya.
Kemudian Bobihoe menyinggung dugaan kebocoran yang terjadi sebelum kebakaran sebagai faktor krusial yang harus menjadi perhatian.
Sehingga Pemkot Bekasi akan mendorong adanya pemeriksaan berkala terhadap seluruh peralatan di SPBE.
"Kemudian kan terjadi kemarin itu kebocoran, kebocoran kan luar biasa ini harus kita antisipasi ke depan," ujarnya.
Bobihoe menyampaikan, Pemkot Bekasi juga akan melakukan pembahasan lanjutan dengan pihak pemilik SPBE untuk menentukan langkah ke depan.
"Kami akan bicarakan dengan pemilik dan nanti kami coba agar bisa melihat maksudnya apa yang harus dilakukan ke depan," ucapnya
Tak hanya di Cimuning, Bobihoe memastikan evaluasi akan dilakukan terhadap seluruh SPBE yang ada di Kota Bekasi.
"Tentunya bukan hanya SPBE yang ada di Cimuning saja, hari ini kita akan melihat, mereview SPBE yang ada di kota Bukasi," ungkapnya.
Penampakan Rumah dan Kios Warga Terdampak Kebakaran SPBE Bekasi
Kebakaran Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Jalan Cinyosog, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi berdampak terhadap 22 bangunan.
Bangunan warga tersebut berupa rumah maupun kios milik warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Camat Mustika Jaya, Maka Nachrowi mengungkapkan, kebakaran hebat yang terjadi pada Rabu (1/4/2026) malam itu berdampak terhadap 47 Kepala Keluarga (KK).
Warga kehilangan rumah tinggal, sebagian lainnya kehilangan usaha dan mata pencaharian.
| Warga Cilangkap Depok Bahu-membahu Gotong Mobil saat Rumah Tetangganya Terbakar |
|
|---|
| Depok Membara: Rumah Besar di Tapos Hangus Terbakar, Api Membumbung Tinggi Malam Ini |
|
|---|
| Update Kebakaran SPBE Bekasi, Korban Tewas Bertambah Jadi Dua Orang |
|
|---|
| Soroti Adanya Dugaan Kelalaian, Wakil Wali Kota Bekasi Bakal Sidak Seluruh SPBE |
|
|---|
| Sekuriti SPBE Bekasi Meninggal, Alami Luka Bakar 90 Persen saat Kebakaran |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/KEBAKARAN-SPBE-BEKASI-Anggota-Komisi-II-DPRD-Kota-Bekasi-Anton-2.jpg)