Lebaran
Waspada Uang Palsu Jelang Lebaran 2026, Pemkot Bekasi Ingatkan Jurus 3D
Waspada Uang Palsu Jelang Lebaran 2026, Pemkot Bekasi Ingatkan Jurus 3D..Menjelang perayaan **Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026,
Penulis: Rendy Rutama | Editor: Budi Sam Law Malau
Ringkasan Berita:
- Pemkot Bekasi mengimbau warga waspada peredaran uang palsu menjelang Lebaran 2026 karena aktivitas ekonomi meningkat.
- Masyarakat diminta mengenali uang asli dengan metode 3D: Dilihat, Diraba, dan Diterawang.
- Warga juga dianjurkan menukar uang di bank resmi dan segera melapor jika menemukan uang yang dicurigai palsu.
WARTAKOTALI VE.COM, BEKASI -- Menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026, Pemerintah Kota Bekasi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peredaran uang palsu yang biasanya meningkat saat aktivitas ekonomi masyarakat melonjak.
Imbauan tersebut disampaikan melalui Pemerintah Kota Bekasi lewat Diskominfostandi Kota Bekasi, yang mengingatkan warga agar lebih teliti ketika melakukan transaksi tunai di pasar, pusat perbelanjaan, hingga tempat penukaran uang.
Peningkatan aktivitas ekonomi menjelang Lebaran, seperti berbelanja kebutuhan hari raya, pemberian Tunjangan Hari Raya (THR), hingga penukaran uang baru, sering dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk mengedarkan uang palsu.
Baca juga: Polisi Ungkap Peredaran Uang Palsu Dolar, 2 Tersangka Ditangkap dan Ribuan Lembar Uang Palsu Disita
“Karena itu masyarakat perlu lebih berhati-hati dan memastikan uang yang diterima adalah uang asli,” demikian imbauan yang disampaikan pemerintah daerah.
Kenali Uang Asli dengan Metode 3D
Untuk membantu masyarakat membedakan uang asli dan palsu, pemerintah mengingatkan kembali metode sederhana yang dikenal dengan 3D: Dilihat, Diraba, dan Diterawang.
1. Dilihat
Langkah pertama adalah memeriksa uang secara visual. Uang rupiah asli memiliki warna yang lebih cerah dengan detail gambar yang tajam. Selain itu terdapat tanda air (watermark) serta benang pengaman yang menjadi ciri khas uang asli.
2. Diraba
Uang asli memiliki tekstur yang sedikit kasar di beberapa bagian, terutama pada gambar pahlawan nasional dan angka nominal yang dicetak timbul. Sementara uang palsu umumnya terasa lebih halus dan licin.
3. Diterawang
Langkah terakhir adalah menerawang uang ke arah cahaya. Pada uang asli akan terlihat watermark dan benang pengaman yang tertanam di dalam kertas uang.
Jika tanda-tanda tersebut tidak terlihat jelas, maka uang tersebut patut dicurigai sebagai uang palsu.
Baca juga: Cerita Ririn, Pedagang Pasar Patra Jakbar Tangkap Nenek Pengedar Uang Palsu
Tips Agar Tidak Tertipu Uang Palsu
Selain mengenali ciri-cirinya, masyarakat juga diingatkan untuk melakukan beberapa langkah pencegahan agar tidak menjadi korban peredaran uang palsu.
Beberapa langkah yang disarankan antara lain menukarkan uang hanya melalui bank atau layanan resmi seperti Bank Indonesia, selalu memeriksa uang kembalian terutama di tempat ramai, serta tidak mengedarkan kembali uang yang dicurigai palsu.
Apabila menemukan uang yang diduga palsu, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang.
Kewaspadaan Bersama Jaga Stabilitas Ekonomi
Lebaran
Lebaran 2026
Hari Raya Idul Fitri
mudik Lebaran
penjualan uang palsu
produksi uang palsu
uang palsu
pengedar uang palsu
peredaran uang palsu
Pemkot Bekasi
| Tutup Masa Angkutan lebaran 2026, KAI Daop 1 Catat Rekor 1,05 Juta Penumpang |
|
|---|
| Update Arus Balik Via KA: 727.000 Penumpang Tiba di Jakarta Periode 11-30 Maret 2026 |
|
|---|
| KA Siliwangi Jadi Primadona Angkutan Lebaran 2026 di Jawa Barat |
|
|---|
| Update Arus Balik Lebaran 2026: Okupansi Kereta Tembus 123,8 Persen Hari Ini |
|
|---|
| 42 Persen Kendaraan Pemudik Belum Kembali ke Jakarta, Korlantas Antisipasi Arus Balik |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/WASPADA-UANG-PALSU-Menjela.jpg)