Berita Bekasi
Perumahan Banjir, Pengembang Puri Nirwana Residence dan Cikarang International City Dipanggil DPRD
Dalam pertemuan itu, warga di perumahan di PNR mendesak pengembang bertanggung jawab atas banjir yang merendam pemukiman mereka.
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Feryanto Hadi
Ringkasan Berita:
- DPRD Kabupaten Bekasi memanggil dua pengembang, PNR dan Cinity, dalam RDP terkait banjir yang merendam permukiman warga.
- Warga PNR dan Karangharja menuntut pertanggungjawaban karena banjir disebut berulang dan muncul sejak pembangunan perumahan.
- Pengembang menyatakan siap menangani, namun belum memaparkan solusi teknis; pertemuan lanjutan dijadwalkan.
WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI---- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi memanggil dua pengembang perumahan di Kecamatan Cikarang Utara dalam rapat dengar pendapat (RDP) pada Rabu (11/2/2026).
Rapat RDP itu dilakukan Komisi III DPRD dengan mengundang dua pengembang perumahan, warga korban banjir maupun sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
Warga korban banjir itu dari perumahan Puri Nirwana Residence (PNR) Desa Sukaraya Kecamatan Karangbahagia dan warga sekitar kawasan perumahan Cikarang International City (Cinity) di Desa Karangharja Kecamatan Cikarang Utara.
Dalam pertemuan itu, warga di perumahan di PNR mendesak pengembang bertanggung jawab atas banjir yang merendam pemukiman mereka.
Sedangkan, warga Desa Karangharja mengaku permukimannya terdampak banjir imbas pembangunan kawasan perumahan Cinity.
“Langsung saja pengembang harus tanggung jawab atas banjir ini. Karena persoalan ini terus berulang. Dewan juga jangan bisa ngedenger saja, tunjukkin atuh ini. Liat ini kita, perjuangin. Kan kita yang waktu itu nyoblos, kita dukung dia,” ucap Riski (29), warga PNR saat rapat.
Baca juga: Warga Puri Nirwana Residence Bekasi Protes Pengembang, Dua Pekan Kebanjiran
Sepanjang Januari, Risky mengaku rumahnya kebanjiran hingga berulang kali.
Akibatnya dia harus beberapa kali mengungsikan istri dan kedua anaknya yang masih balita lantaran rumahnya terendam.
“Jadi banjir tuh terus surut, kita benahi, beres-beres, eh besoknya masuk lagi air. Ini persoalannya anak saya balita, saya ga tega liat anak istri. Sampai sekarang tiap hujan pikirannya langsung was-was saja, mana kan sampai sekarang masih terus hujan," ucapnya.
"Makanya saya minta langsung saja ke solusi, bagaimana biar enggak banjir lagi. Kami minta pertanggungjawaban, minta jaminan biar enggak banjir,” kata dia lagi.
Berbeda dengan PNR, warga sekitar kawasan perumahan Cinity menyebut sejak perumahan tersebut dibangun, pemukimannya justru kebanjiran.
“Sudah 15 tahun warga tinggal di sekitar situ enggak pernah sama sekali banjir. Lalu pas ada perumahan baru ini, di bulan Januari kemarin langsung dua kali kebanjiran. Maka kami jelas mendesak ini segera ada solusi,” kata Ketua PC PMII Kabupaten Bekasi, Ainur Rofiq saat RDP.
Ia membantu mengadvokasi warga memerjuangkan nasibnya.
Namun, dirinya mengaku dalam pertemuan tersebut pihak pengembang tidak memberikan kejelasan sehingga dijadwalkan pertemuan lanjutan.
“Karena tadi yang hadir bukan pihak yang paham tentang teknisnya. Jadi nanti dipertemukan tujuh hari dari sekarang. Maka kami desak di pertemuan nanti harus sudah ada langkah konkretnya,” kata dia.
| Polemik Lapangan Padel Dekat Sekolah di Bekasi Belum Usai, Pemkot Masih Stop Pembangunan |
|
|---|
| Waris Diperebutkan Tante, Kuasa Hukum Anak Yatim di Bekasi Tunjukkan Wasiat dan Akta Lahir |
|
|---|
| Tingkatkan Pengawasan hingga tingkat Kelurahan, Imigrasi Kota Bekasi Bentuk 7 Desa Binaan Imigrasi |
|
|---|
| Polres Metro Bekasi Libatkan Ojol hingga Linmas untuk Jaga Keamanan dan Ciptakan Suasana Kondusif |
|
|---|
| Gandeng Swasta, Plt Bupati Bekasi Optimis Gunung Sampah di TPA Burangkeng Habis Tiga Tahun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/BANJIR-BEKASI-Warga-Perumahan-Puri-Nirwana-Residence-PNR.jpg)