Rabu, 13 Mei 2026

Berita Bekasi

Warga Puri Nirwana Residence Bekasi Protes Pengembang, Dua Pekan Kebanjiran

Ratusan warga Puri Nirwana Residence Bekasi protes banjir dua pekan, tuntut pengembang perbaiki drainase dan tangani genangan segera

Tayang:
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Dwi Rizki
Istimewa
BANJIR BEKASI - Warga Perumahan Puri Nirwana Residence (PNR), Desa Sukaraya, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi gelar aksi mendatangi kantor pemasaran perumahan, Jumat (30/1/2026) sore. Mereka menuntut pengembang perbaiki drainase dan tangani genangan segera 

Ringkasan Berita:
  • Warga Puri Nirwana Residence, Bekasi, menggelar aksi protes ke kantor pemasaran setelah banjir merendam permukiman hampir dua pekan. 
  • Mereka menilai penyebab utama adalah buruknya drainase internal dan menuntut pengembang PT Nirwana Kharisma bertanggung jawab, mengeringkan genangan, serta memperbaiki sistem drainase. 
  • Pengembang menyiapkan penanganan darurat seperti Damkar, posko dapur umum, dan perahu karet, serta menyatakan perizinan perumahan lengkap dan masih berlaku.

WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Warga Perumahan Puri Nirwana Residence (PNR), Desa Sukaraya, Kecamatan Karang Bahagia, Kabupaten Bekasi memprotes pengembang imbas banjir yang merendam permukiman selama hampir dua pekan.

Atas kondisi ratusan warga gelar aksi  mendatangi kantor pemasaran perumahan, Jumat (30/1/2026) sore.

Warga menuntut pertanggungjawaban penuh pengembang, PT Nirwana Kharisma, atas banjir berkepanjangan yang melumpuhkan aktivitas harian, akses pendidikan, hingga perekonomian keluarga.

Mereka menilai banjir bukan semata akibat curah hujan tinggi, melainkan dipicu buruknya sistem drainase internal perumahan yang tak mampu mengalirkan air.

Genangan air bahkan sempat mencapai setinggi orang dewasa dan bertahan lama tanpa penanganan berarti. Kondisi ini membuat kawasan perumahan berubah layaknya kolam besar.

Salah seorang warga terdampak, Hani Rahayu (42), menyebut selama dua pekan banjir berlangsung, warga merasa dibiarkan tanpa solusi dan bantuan.

“Dua minggu kami kebanjiran, tidak ada solusi, tidak ada bantuan. Akses tertutup, anak-anak tidak sekolah, orang tua tetap kerja harus terobos banjir. Ini jelas merugikan kami,” tegasnya.

Baca juga: Survei PMN: 78,6 Persen Mahasiswa Setuju Polri Tetap di Bawah Presiden

Meski genangan mulai surut, air masih setinggi lutut orang dewasa di sejumlah titik. Menurut Hani, wilayah terparah berada di Blok N, Blok P, dan Blok N RT 7, yang menjadi kawasan paling rendah dan paling lama tergenang.

Warga mendesak pengembang segera mengeringkan seluruh genangan air dan membenahi total sistem drainase agar banjir tidak terus berulang.

“Kami minta hari ini air harus kering. Soal jangka panjang silakan dibahas, tapi sekarang air harus hilang dulu. Drainase di sini tidak berfungsi,” ujarnya.

Aksi sempat memanas lantaran pihak pengembang tidak langsung menemui warga. Ketegangan mereda setelah perwakilan pengembang akhirnya hadir dan membuka ruang mediasi.

Pengembang Klaim Izin Lengkap

Menanggapi protes warga, Legal PT Nirwana Kharisma, Dewi Rosmauli, menyatakan pihaknya fokus pada penanganan darurat banjir sesuai tuntutan warga.

Pengembang mengaku telah menyiapkan pemanggilan petugas pemadam kebakaran (Damkar), pendirian posko dapur umum dan medis, serta menyiagakan perahu karet dan kendaraan operasional.

“Warga minta penanganan segera, dan itu yang kami lakukan. Damkar, posko, perahu karet, dan mobil operasional sudah kami siapkan,” kata Dewi.

Ia mengakui banjir tersebut merupakan kejadian kedua di Puri Nirwana Residence sepanjang tahun ini. Namun, Dewi menegaskan banjir tidak hanya terjadi di kawasan perumahan yang mereka kelola.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved