Korupsi di PT Asabri

Lima Terdakwa Lain Kasus Korupsi di PT Asabri Dituntut Hukuman Beragam, Paling Rendah 10 Tahun Bui

Editor: Yaspen Martinus
Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut hukuman berbeda kepada lima terdakwa kasus korupsi di PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI).

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut hukuman berbeda kepada lima terdakwa kasus korupsi di PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI).

Pembacaan tuntutan itu dibacakan dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Senin (6/12/2021).

Lima terdakwa itu adalah eks Direktur Utama PT Asabri periode 2011-2016 Mayjen Purn Adam Damiri; Direktur Keuangan PT Asabri periode 2008-2014 Bachtiar Effendi; dan Direktur PT Asabri periode 2013-2014 dan 2015-2019 Hari Setiono.

Baca juga: Varian Omicron Diduga Berasal dari Flu Biasa, Epidemiolog: Enggak Ada Long Flu, Adanya Long Covid-19

Lalu, Dirut PT Prima Jaringan Lukman Purnomosidi; dan Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relation Jimmy Sutopo.

Jaksa menyatakan seluruh terdakwa terkecuali Jimmy Sutopo, secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi.

Sedangkan untuk Jimmy Sutopo, jaksa juga menjatuhkan tuntutan atas pidana pencucian uang sebagaimana dakwaan pertama dan dakwaan kedua primer dari jaksa.

Baca juga: Bung Hatta Bilang Korupsi Sudah Jadi Budaya di Indonesia, Mahfud MD: Salah dari Sudut Ilmu

"Menyatakan terdakwa terbukti secara sah bersalah melakukan tindak pidana korupsi yang dilakukan bersama-sama."

"Sebagaimana dalam dakwaan primer pasal Pasal 2 ayat 1 Jo Pasal 18 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi."

"Sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 tentang perubahaan atas UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana," tutur jaksa.

Baca juga: Mahfud MD: Kita Juga Harus Takut kepada Sanksi yang Bukan Hukum, Namanya Perasaan Dosa Atau Karma

Atas hal itu, jaksa menuntut Bachtiar effendi dihukum 12 tahun penjara dan denda Rp750 juta subsider 6 bulan kurungan.

Halaman
123