Penasaran dengan Suara Berdenyit di Kamar, Suami di NTT Pergoki Istri Telanjang dengan Pria Lain

Editor: Mohamad Yusuf
Pak Kades yang digerebek warga pada Senin (7/6/2021) malam, kepergok tengah berduaan dengan selingkuhannya, dan sempat hendak mau melarikan diri lewat jendela.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Seorang suami MN (28) memergoki istrinya sedang bercinta dengan pria lain di kamarnya rumahnya di Kecamatan Rote Barat Laut, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Perselingkuhan itu berawal dari rasa penasaran dan terganggunya tidur MN yang mendengar suara berdenyit di kamarnya pada Kamis (10/6/2021) dini hari.

Saat MN yang sedang tidur di kamar depan rumahnya mendengar suara tak biasa tersebut berasal dari kamar sang istri, MHY.

Baca juga: Kisah Wanita di Lebak, Wajahnya Digergaji Suami karena Menolak Diajak Mandi Bareng saat Bulan Puasa

Baca juga: Detik-detik Pria Berambut Gondrong Ditangkap karena Pukul Polisi Saat Razia Prokes di Solo

Baca juga: Pengamat Sebut Pantas Elektabilitas Anies Kalahkan Prabowo, karena Kerap Jadi Subjek Pemberitaan

"MN mendengar suara tempat tidur yang bergoyang yang berasal dari kamar tidur istrinya," kata Kasubbag Humas Polres Rote Ndao Aiptu Anam Nurcahyo, dikutip dari Pos Kupang.

Mendengar suara tersebut kemudian MN bergegas bangkit , ia langsung menuju ke kamar MHY.

Saat akan mendorong pintu kamar, tetapi pintu dalam kondisi terkunci dari dalam.

MN pun mendobrak pintu kamar dan mendapati seorang pria berinisial TL tak memakai busana.

TL saat itu sedang berada diatas tubuh MHY, ia menindih istri MN.

Dikutip dari Poskupang, TL juga mencekik MYH dan di tangan kanannya memegang sebuah gunting.

Melihat itu, MN yang emosi, kemudian memukul TL sehingga terjatuh dari tempat tidur.

"Mendapati kejadian itu, kemudian pelaku langsung memukul korban di bagian wajah sebanyak 1 kali menggunakan tangan kanannya, sehingga korban terjatuh dari tempat tidur," sambungnya.

MN kemudian menekan TL ke lantai dan selanjutnya mengambil sebilah parang yang biasa disimpan di lantai samping kaki tempat tidur.

Ia lalu menikam TL sebanyak satu kali di bagian perut kanan dan satu kali di paha bagian kanan dengan parang tersebut.

Setelah peristiwa berdarah itu, MN langsung mendatangi Mapolres Rote Ndao untuk melaporkan kejadian tersebut dan menyerahkan diri.

Mendapati laporan tersebut anggota Piket Polres Rote Ndao dan Polsek Rote Barat Laut yang dipimpin oleh KBO Sat Reskrim AIPTU Stefanus Palaka mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP.

Selanjutnya, TL dibawa ke RSUD Ba'a untuk divisum.

"Pasal yang disangkakan pasal 338 KUHP sub pasal 354 ayat (2) lebih sub pasal 351 ayat (3) dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara," ungkap Aiptu Anam.

Siapakah TL?

Aiptu Anam Nurcahyo, mengatakan, kejadian pembunuhan yang menyebabkan meninggalnya TL diduga adanya cinta segitiga antara MN, TL dan MHY.

"Dari keterangan yang baru di gali, bahwa terindikasi kasus ini dilatar belakangi cinta segitiga, dan saat kejadian pelaku mendapati korban dengan istrinya lagi memadu kasih," kata Aiptu Anam Nurcahyo.

TL menurut Aiptu Anam, bukan merupakan kerabat ataupun keluarga MN.

Pelaku MN dan TL hanya saling kenal tanpa ada hubungan kekeluargaan apapun.

TL diketahui berasal dari desa Dusun Ndau, Desa Tualima, Kecamatan Rote barat laut Kabupaten Rote Ndao yang merupakan desa tetangga dengan desa pelaku MN.

Baca juga: LOWONGAN KERJA Tenaga Kesehatan Pemprov DKI, Gaji Mencapai Rp15 Juta, Ini Syarat dan Cara Daftar

Baca juga: VIDEO Polisi Bubarkan Acara Wisuda SMA Negeri di Mojokerto, Siswa Kebingungan

Baca juga: Wanita di Semarang Berhasil Lolos dari Pemerkosaan karena Shareloc WA, Pelaku Langsung Diamuk Massa

"Jadi korban datang hanya untuk menemui istri pelaku karena ada indikasi cinta segitiga. Yang tinggal 1 rumah itu hanya pelaku, istri pelaku dan anak mereka," ujar Aiptu Anam.

Saat ini pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian dari polres Rote Ndao pasca pelaku MN menghabisi nyawa TL.

Artikel ini telah tayang di Pos-Kupang.com dengan judul Kasus Pembunuhan di Rote Ndao, Pelaku Diancam 15 Tahun Penjara, Begini Penjelasan Polisi