Kesehatan
Duduk Lebih Lama Maut Menjemput Lebih Cepat, Begini Alasan Medisnya
Lebih dari setengah hari rata-rata orang duduk, untuk melakukan kegiatan seperti mengemudi, bekerja di meja, atau menonton televisi.
Masyarakat modern dirancang untuk duduk melulu saat melakukan sesuatu.
Akibatnya, orang menghabiskan lebih banyak waktu dalam posisi duduk daripada sebelumnya.
Namun, Anda mungkin bertanya-tanya apakah duduk berlebihan bisa berdampak buruk bagi kesehatan tubuh?
Orang duduk lebih lama dari sebelumnya
Duduk adalah postur tubuh umum. Ketika orang bekerja, bersosialisasi, belajar, atau bepergian, mereka sering melakukannya dalam posisi duduk.
Akan tetapi, tidak berarti bahwa duduk dan perilaku menetap lainnya tidak berbahaya.
Lebih dari setengah hari rata-rata orang duduk, untuk melakukan kegiatan seperti mengemudi, bekerja di meja, atau menonton televisi.
Bahkan, pekerja kantor biasa menghabiskan hingga 15 jam per hari dalam posisi duduk.
Di sisi lain, pekerja pertanian hanya duduk sekitar 3 jam sehari.
• 5 Manfaat Mengonsumsi Rumput Laut Untuk Kesehatan Tubuh
Duduk membatasi jumlah kalori terbakar
Aktivitas sehari-hari Anda yang tidak berolahraga, seperti berdiri, berjalan, dan bahkan gelisah, masih membakar kalori.
Pengeluaran energi ini dikenal sebagai thermogenesis aktivitas non-olahraga atau non-exercise activity thermogenesis (NEAT).
Kekurangannya yakni faktor risiko penting untuk kenaikan berat badan.
Perilaku menetap, termasuk duduk dan berbaring, melibatkan pengeluaran energi sangat sedikit.
Perilaku menetap sangat membatasi kalori yang Anda bakar melalui NEAT.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/duduk-terlalu-lama1.jpg)