Didukung DPRD DKI, Baco Ingatkan Revitalisasi 144 Pasar Tradisional harus Tetap Jaga Ciri Khas
Rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang ingin merevitalisasi 144 pasar tradisional menuai dukungan.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Lucky Oktaviano
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Rencana Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang ingin merevitalisasi 144 pasar tradisional menuai dukungan.
DPRD DKI Jakarta mengapresiasi rencana itu karena bisa dirasakan masyarakat langsung.
Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Basri Baco menilai, langkah tersebut akan membawa banyak manfaat, baik bagi pedagang, pembeli, maupun perekonomian daerah.
Baco menilai, pasar tradisional merupakan urat nadi ekonomi rakyat yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat transaksi jual beli, tetapi juga ruang interaksi sosial masyarakat.
Karena itu, upaya revitalisasi menjadi penting agar pasar tradisional tetap eksis dan mampu bersaing dengan pusat perbelanjaan modern.
“Revitalisasi pasar akan membuat pasar lebih tertata rapi, modern, tetapi tidak menghilangkan ciri khas tradisionalnya, yaitu proses tawar-menawar yang menjadi budaya kita. Itu yang harus dijaga,” kata Baco dari keterangannya pada Selasa (26/8/2025).
Baca juga: DPRD DKI Jakarta: 130 Pasar di Jakarta Siap Transformasi Digital
Baca juga: Wacana Ganjil Genap untuk Kurangi Kemacetan di Jalan TB Simatupang Jakarta, Ini Kata Pramono Anung
Baco menjelaskan, wajah pasar tradisional ke depan harus bisa menyesuaikan dengan kebutuhan zaman.
Tata ruang yang bersih, fasilitas yang memadai, serta manajemen pengelolaan yang profesional akan meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Namun, menurutnya, nilai keunikan pasar tradisional tetap tidak boleh hilang.
Kata dia, orang datang ke pasar bukan hanya untuk belanja, tapi juga untuk merasakan interaksi langsung dengan pedagang.
“Proses tawar-menawar itu yang menjadi daya tarik, sehingga pasar tradisional harus tetap mempertahankannya meskipun sudah direvitalisasi,” ujarnya.
Selain itu, Baco menekankan pentingnya aspek digitalisasi dalam revitalisasi pasar.
Koordinator Komisi B DPRD DKI Jakarta ini, mengingatkan bahwa sekarang sebagian besar masyarakat sudah terbiasa menggunakan ponsel pintar dengan berbagai aplikasi pembayaran digital.
“Proses transaksi digital juga perlu dipertimbangkan. Begitu banyak masyarakat yang sudah menggunakan ponsel dengan aplikasi pembayaran, sehingga bisa memudahkan transaksi tanpa harus membawa uang tunai,” jelasnya.
Dia menilai, penerapan transaksi digital akan memberikan dua keuntungan sekaligus.
Baca juga: Dana Pokir DPRD DKI Kembali Ditunda, Basri Baco Optimistis 2027 Dieksekusi
Baca juga: Tekan Kasus TPPO, Chicha Koeswoyo Sebut DPRD DKI Bakal Revisi Perda Tentang Perempuan dan Anak
| Sampah Jakarta 8.000 Ton/Hari, Pramono Siapkan Strategi Baru bersama Menteri LH |
|
|---|
| Pramono Bakal Temui Jumhur Hidayat, Ini yang Akan Dibahas |
|
|---|
| Tak Hanya Buruh Pabrik, DPRD DKI Soroti Nasib Pedagang dan UMKM saat May Day 2026 |
|
|---|
| Pucuk Pimpinan DPRD DKI Berganti, Suhud Alynudin Resmi Gantikan Khoirudin |
|
|---|
| Kunker 3 Negara, Pramono Anung Perkuat Kemitraan Global Jakarta Menuju Top 50 Global City 2030 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Anggota-DPRD-DKI-Jakarta-periode-2024-2029-Basri-Baco-diumumkan.jpg)