Minggu, 3 Mei 2026

DPRD DKI Jakarta

DPRD DKI Jakarta: 130 Pasar di Jakarta Siap Transformasi Digital

DPRD DKI Jakarta dukupercepatan transaksi digital di pasar tradisional di Jakarta. Akan ada 130 pasar di Jakart ikut dalam transformasi digital.

Tayang:
dok. DDJP
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Wakil Ketua DPRD DKI Rany Mauliani, dan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Basri Baco menghadiri acara Pengumuman Pemenang Lomba Digitalisasi Pasar Tahun 2025 di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - DPRD DKI Jakarta mendukung penuh percepatan transaksi digital di pasar-pasar tradisional Jakarta. 

Dengan memanfaatkan pembayaran digital, para pedagang dan pembeli dapat bertransaksi lebih cepat, aman, dan praktis. Tak repot menyiapkan uang tunai. 

Transaksi digital juga membantu mengurangi risiko kehilangan atau peredaran uang palsu. 

Bahkan, terbuka peluang bagi pedagang pasar menjangkau pelanggan yang biasa belanja dengan metode modern. 

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Rany Mauliani mengatakan, percepatan transformasi digital di sektor perdagangan tradisional terus dilakukan, mulai dari penerapan sistem pembayaran menggunakan QRIS di pasar-pasar tradisional. 

Sehingga mempermudah pengelolaan data transaksi, serta membangun ekosistem perdagangan yang lebih efisien, transparan, dan inklusif.

"Kami apresiasi digitalisasi yang diterapkan di pasar," ujar Rany, Senin (25/8/2025).

Rany menyebutkan, dengan penerapan digitalisasi pasar, ada kenaikan transaksi digital sampai 47 persen. 

"Terbukti menggunakan digital, transaksi jadi lebih mudah, lebih aman, dan nyaman," ucapnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Basri Baco menuturkan, pembayaran digital membutuhkan regulasi khusus. 

“Kalau memang ada regulasi baru yang diperlukan, pasti akan kita ambil, kita lakukan, kita buat, selama tidak bertentangan dengan aturan yang ada," kata Baco.

Digitalisasi pasar, sambung dia, terkait dengan transaksi keuangan hingga pengelolaan pasar. 

"Pengawasannya, interaksi pedagang dengan pembeli, kebersihannya, keamanannya, sampai akses menuju pasar. Semua itu perlu diperhatikan," papar Baco.

Program digitalisasi pasar yang digagas sejak Juli 2025, merupakan kolaborasi antara DPRD, Pemprov DKI, perbankan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Bank Indonesia.

Ke depan, lebih dari 130 pasar di Jakarta akan ikut dalam transformasi digital. Menciptakan ekosistem perdagangan yang modern, efisien, dan transparan. 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved