Bendera One Piece
Bendera One Piece Dinilai Provokatif, ini Pandangan PBNU dan HMI
Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama , KH Muhammad Cholil Nafis, menanggapi fenomena pengibaran bendera One Piece.
Penulis: Ramadhan L Q | Editor: Dian Anditya Mutiara
Ia menegaskan, bendera Merah Putih merupakan konsensus nasional sebagai lambang negara.
Menolak atau menyembunyikannya berarti menolak semangat kemerdekaan.
Oleh sebab itu, tindakan tersebut patut dianggap sebagai penentangan terhadap nilai-nilai kebangsaan.
KH Cholil juga menyebut empat hal yang diperlukan untuk mencapai kemerdekaan yang hakiki; pemerintahan yang adil dan proporsional; Intelektual yang bertanggung jawab dan tidak menjual keilmuannya demi kepentingan sesaat.
Kemudian ulama yang konsisten dalam menyuarakan kebenaran; dan pendidikan cinta tanah air yang ditanamkan sejak dini dan selaras dengan nilai agama.
“Cinta tanah air adalah harga mati. Bukan cinta yang buta, melainkan cinta yang membangun dan berlandaskan keyakinan,” tegasnya.
Ia menambahkan, keluarga harus menjadi tempat pertama dalam menanamkan nilai cinta tanah air kepada anak-anak.
HMI: Generasi Muda Masih Pegang Teguh Nasionalisme
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal PB Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Gunawan menyatakan, semangat nasionalisme di kalangan anak muda masih terjaga.
Ia menyebut kaum intelektual muda, termasuk generasi milenial, masih aktif membahas isu kebangsaan dan masa depan Indonesia.
“Peringatan 80 tahun kemerdekaan menjadi momentum bagi generasi muda untuk mengekspresikan cinta terhadap Indonesia, menjaga Merah Putih sebagai simbol negara, dan menunjukkan bahwa nilai nasionalisme masih melekat kuat,” kata Gunawan.
Ia menyayangkan adanya ajakan untuk menyebarkan bendera One Piece pada momen kemerdekaan, yang dinilainya sebagai tindakan provokatif dan mengecewakan.
“Generasi muda seharusnya diberi contoh yang baik, salah satunya dengan mengibarkan Merah Putih di seluruh penjuru Nusantara sebagai bentuk terima kasih kepada para pahlawan,” ujarnya.
Gunawan juga menilai, langkah pemerintah dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme sudah baik namun perlu ditingkatkan.
Ia mendorong agar sosialisasi tentang Pancasila, UUD 1945, dan empat pilar kebangsaan diperluas ke semua lapisan masyarakat, mulai dari pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.
“Kuliah kebangsaan dan edukasi tentang empat pilar sangat penting agar generasi mendatang memahami jati diri bangsa,” pungkasnya. (m31)
Baca Wartakotalive.com berita lainnya di Google News
Dapatkan informasi lain dari WartaKotaLive.Com lewat WhatsApp : di sini
| Bendera One Piece Marak di Kota Bekasi, Tri Adhianto: Kibarkan Terpisah dengan Merah Putih |
|
|---|
| Eks Anggota Tim Mawar Kopassus Soroti Polemik Pengibaran Bendera One Piece |
|
|---|
| Bobby Nasution Tegaskan Hanya Merah Putih yang Boleh Berkibar di Sumut |
|
|---|
| Sopir Truk di Bekasi Tolak Dianggap tidak Menghormati NKRI Karena Kibarkan Bendera One Piece |
|
|---|
| Sopir Truk di Bekasi Nekat Kibarkan Bendera One Piece Jelang HUT ke-80 RI, Ini Penjelasannya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/bendera-one-piece45.jpg)