Senin, 4 Mei 2026

Pendidikan

Ini Cara IPTI Membangun Ekosistem Pendidikan Tinggi Berbasis Kualitas dan Keberlanjutan

Open House IPTI mengenalkan tiga program studi unggulan, yakni Pariwisata, Public Relations, dan Bisnis Digital.

Tayang:
Dokumentasi IPTI
OPEN HOUSE IPTI - Open house IPTI digelar di kampus Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (2/8/2025). Di acara yang menandai hadirnya lembaga pendidikan tinggi baru tersebut, Rektor IPTI Dr Ariani Kusumo Wardhani, menyampaikan, pendidikan tinggi harus mampu menjawab dinamika industri, tantangan global, serta tuntutan sosial melalui pendekatan yang terintegrasi. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Membangun pendidikan tinggi yang berorientasi pada kualitas dan keberlanjutan menjadi pesan utama dalam kegiatan Open House Institut Pariwisata Tedja Indonesia (IPTI).

Open house IPTI digelar di kampus Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (2/8/2025).

Di acara yang menandai hadirnya lembaga pendidikan tinggi baru tersebut, Rektor IPTI Dr Ariani Kusumo Wardhani, menyampaikan, pendidikan tinggi harus mampu menjawab dinamika industri, tantangan global, serta tuntutan sosial melalui pendekatan yang terintegrasi.

Baca juga: Mencetak Sumber Daya Manusia Bidang Pariwisata Berstandar Global, IPTI Lantik Rektor Pertamanya

"Momen ini bukan sekadar seremonial, tetapi langkah awal yang penting dalam perjalanan kami membentuk generasi pelaku pariwisata, komunikasi, dan bisnis digital yang adaptif, kompeten, dan berdampak," kata Ariani dalam siaran persnya, Senin (4/8/2025).

IPTI, lanjutnya, mengusung kurikulum berstandar internasional, fasilitas berbasis teknologi, dan orientasi keberlanjutan sebagai pilar utama pendidikan.

Open House ini juga mengenalkan tiga program studi unggulan, yakni Pariwisata, Public Relations, dan Bisnis Digital.

Baca juga: Dorong Pemerataan dan Upaya Tingkatkan Fasilitas Pendidikan di Daerah Rural, Ini yang Dilakukan ACC

Ketiganya dirancang secara interdisipliner dengan menekankan literasi teknologi, wawasan budaya lokal, dan kesiapan global.

Ketua Yayasan Menara Bhakti, Nurani Pujiastuti, mengatakan, pendirian IPTI merupakan wujud tanggung-jawab dalam memperluas akses pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan industri.

"Dengan pengalaman lebih dari 40 tahun dalam pengelolaan pendidikan tinggi, kami memahami pentingnya membangun institusi yang tidak hanya mengedepankan kualitas akademik," kata Nurani.

Baca juga: MK Putuskan Pemerintah Wajib Gratiskan Pendidikan SD hingga SMP di Sekolah Swasta, Ini Kata Pengamat

"Kami juga mementingkan relevansi terhadap kebutuhan industri," lanjutnya.

Sektor pariwisata tidak hanya menjadi tulang punggung ekonomi nasional, ucap Nurani Pujiastuti, tetapi juga jendela kebudayaan bangsa ke dunia.

"Kami ingin mengambil peran strategis di dalamnya melalui Tedja Indonesia,” kata Nurani.

Baca juga: Wali Kota Bogor Dedie Rachim Tegaskan Komitmen Pemkot Bogor Terhadap Pendidikan dan Kesehatan

Kepala LLDikti Wilayah III, yang diwakili Tri Munanto, menyampaikan apresiasi atas pendekatan kontekstual dan kolaboratif yang diusung IPTI.

Menurutnya, pendidikan tinggi yang mengedepankan kekayaan budaya lokal dan kemitraan industri akan semakin relevan dalam menghadapi tantangan pariwisata masa depan.

Dalam kesempatan itu, IPTI menandatangani nota kesepahaman dengan Mandarin Oriental Jakarta, The Dharmawangsa Jakarta, dan Raffles Hotel Jakarta.

Kolaborasi ini mencakup praktik kerja, penyusunan kurikulum aplikatif, dan jalur rekrutmen profesional.

Talkhow

Sesi talkshow yang menjadi bagian dari Open House turut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan.

Dr Masruroh menekankan pentingnya bekal soft skills dan service mindset bagi lulusan pariwisata.

"Mereka harus mampu berpikir strategis dan menjadi agen pemberdayaan budaya lokal," ujarnya.

Baca juga: Indonesia Serukan Kepemimpinan Etis dan Pendidikan Perdamaian Pada Forum Parlemen Antaragama di Roma

Bayu Satya Wijaya dari Astra Honda Motor menyoroti pentingnya pemahaman terhadap produk dan pelanggan.

"Mahasiswa perlu belajar mengenali produk secara menyeluruh agar bisa disampaikan dengan tepat kepada pelanggan," kata Bayu Satya.

"Gunakan berbagai platform digital dan offline untuk mengumpulkan dan menganalisis data pelanggan, lalu pastikan strategi pemasaran benar-benar menyasar target yang tepat," ujarnya.

Baca juga: Pimpinan DPR Dorong Pembentukan Ditjen Pesantren untuk Urusi Lembaga Pendidikan Keagamaan

Direktur Non Akademik IPTI, Dr Zairil, menambahkan, institusinya mendukung keseimbangan antara kehidupan akademik dan pengembangan diri.

"Kami menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk tumbuh secara utuh, baik akademis maupun sosial," kata Zairil.

Kegiatan Open House ditutup dengan sesi Campus Tour yang mengajak tamu undangan, calon mahasiswa, dan guru pendamping menjelajahi fasilitas kampus dan berdialog langsung dengan pimpinan program studi.

Kegiatan ini menjadi sarana memperkuat transparansi informasi dan membangun kepercayaan publik terhadap kualitas layanan pendidikan di IPTI.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved