Viral
Viral Preman Kuasai Kebon Melati Jakpus, Sopir Truk Jadi Sasaran, Dipalak Rp 100.000 Jika Melintas
Saat ini kawasan Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, dikuasai preman. Mereka seenaknya memeras sopir truk hingga Rp 100.000 saat melintas.
Penulis: Alfian Firmansyah | Editor: Valentino Verry
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Premanisme berkedok "pengawalan" terjadi kepada salah satu sopir truk di kawasan Kebon Melati I, Tanah Abang Jakarta Pusat.
Premanisme adalah sebuah istilah yang merujuk pada perilaku atau gaya hidup yang mengandalkan kekerasan, intimidasi, atau tindakan kriminal lainnya untuk mendapatkan keuntungan, baik untuk diri sendiri maupun kelompok.
Istilah ini sering dikaitkan dengan kegiatan pemerasan, penguasaan lahan ilegal, atau tindakan lain yang melanggar hukum dan norma sosial.
Baca juga: Ngaku Anggota Ormas, Preman di Cengkareng Minta Paksa Uang Keamanan ke Pedagang di Cengkareng
Hal tersebut viral di medsos, Rabu (30/7/2025) di akun Instagram Jakartapusat.info.
Dalam video yang beredar, terlihat seorang sopir truk bersama rekannya merekam kejadian diduga pemalakan, berkedok pengawalan tersebut.
Dipalak adalah bentuk pasif dari kata kerja memalak dalam bahasa Indonesia.
Baca juga: Premanisme Marak Lagi, Pedagang Nanas di Bekasi Dipalak Ormas Sembari Diancam Golok
Secara umum, memalak berarti meminta sesuatu secara paksa, memeras, atau mengganggu dengan memaksa.
Jadi, dipalak berarti telah diminta sesuatu secara paksa, diperas, atau diganggu dengan paksaan.
Dalam konteks kehidupan sehari-hari, seringkali dipalak merujuk pada tindakan pemerasan atau penganiayaan oleh preman atau pihak yang lebih kuat.
Nampak, uang Rp 100.000 itu dibayarkan kepada sosok pria yang memakai topi pintu kanan truk.
Kemudian, pria yang diduga melakukan aksi pemalakan tersebut nampak memberikan kwitansi kepada sopir truk tersebut.
"Seratus ribu bos, seratus ribu," kata pria yang memberikan kwitansi kepada sopir truk tersebut.
Selanjutnya, sopir truk itu pun memberikan uangnya kepada pria yang meminta uang itu.
Terpisah, Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Ruslan mengatakan, pihaknya sedang melakukan penyelidikan terkait video viral tersebut.
Namun kata Ruslan, korban hingga kini belum membuat laporan.
"Unit Reskrim Polsek Metro Tanah Abang melakukan penyelidikan kejadian tersebut, saat ini korbannya belum membuat LP," ungkapnya.
"Perkembangan lebih lanjut akan disampaikan," imbuhnya.
Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News
Ikuti saluran WartaKotaLive.Com di WhatsApp: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaYZ6CQFsn0dfcPLvk09
Viral Preman Aniaya Penjual Cilok di Bundaran HI , Gerobak Dagangan Sampai Pecah |
![]() |
---|
Viral Geng Moge Terobos Jalur Transjakarta di Jakbar, Dirlantas Polda Metro Langsung Tilang |
![]() |
---|
Viral Ibu dan Bayi Ditahan Polres Metro Jakarta Pusat tak Manusiawi, Begini Penjelasan Polisi |
![]() |
---|
Viral Pria Menggaku Polisi Paksa Pengemudi Tunjukkan Surat Mobil di Parkiran Mal Grand Indonesia |
![]() |
---|
Viral Preman Kuasai Bundaran HI Modus Juru Parkir, Belum Buka Helm Pemotor Diperas Rp 10.000 |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.