Selasa, 9 Juni 2026

Berita Regional

Babe Aldo Minta Ormas PWI-LS Jangan Playing Victim: Nyerang Duluan, Kalah, Merasa Jadi Korban

Babe Aldo pun mengejek nyali para pasukan pengikut KH Imaduddin itu, yang sempat menyebut akan meratakan acara pengajian

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Feryanto Hadi
Instagram @pemalang_update
BENTROKAN BERDARAH FPI - Kedatangan penceramah Habib Muhammad Rizieq Shihab ke Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Rabu (22/7/2025) malam, memicu bentrokan berdarah. Bentrokan berdarah yang mengakibatkan sedikitnya 5 orang bersimbah darah akibat bacokan senjata tajam terjadi antara dua kelompok ormas Islam yakni Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI-LS) dan Front Persaudaraan Islam (FPI). 

WARTAKOTALIVE.COM --Youtuber Babe Aldo buka suara terkait insiden bentrokan yang melibatkan Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI-LS) dengan santri dan anggota Front Persaudaraan Islam (FPI) Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Rabu (22/7/2025) malam

Babe Aldo menanggapi sejumlah statemen dari anggota PWI-LS yang merasa menjadi korban dalam bentrokan tersebut.

Diketahui, pasukan PWI-LS yang datang dari berbagai daerah itu berniat membubarkan pengajian yang diisi sejumlah habib.

Dari video yang beredar, mereka mencoba merangsek ke lokasi pengajian dengan membawa sejumlah senjata

Jemaah pengajian yang merasa terganggu, kemudian melakukan perlawanan.

Ketua Perjuangan Walisongo Indonesia Laskar Sabilillah (PWI-LS) Tengah Mubarok Tri membantah bahwa anggotanya membawa senjata tajam saat hendak membubarkan acara pengajian

Dia menyebut, sejumlah anggotanya menjadi korban saat mendapatkan perlawanan dari jemaah pengajian.

Dia pun menyanggah narasi dari Rizieq Shihab dalam ceramahnya yang bilang ada lima korban dari pihak Front Persaudaraan Islam (FPI)

Mubarok Tri menyebut anggotanya lah yang mengalami luka hingga dilarikan ke rumah sakit akibat insiden itu. 

"Ada anggota yang kena sabetan senjata tajam di kepala, kondisi masih belum sadar di rumah sakit, " katanya

Ia membantah jika pihaknya ada yang membawa senjata tajam.

Sebaliknya, ia justru menuding massa FPI lah yang membawa senjata tajam. 

Kondisi anggotanya yang terluka karena bacok membuktikan itu. 

 Pihaknya pun siap membawa bukti dan dokumentasi terkait kejadian tersebut. 

"Kalau mau diusut tuntas saya sepakat, terkait korban siapa yang kena bacok, dan nanti dibuktikan dengan data dan fakta," katanya

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved