Sabtu, 2 Mei 2026

Beras Oplosan

Waspada, Bahaya Mengintai bila Mengkonsumsi Beras Oplosan Setiap Hari

Ditengah maraknya beras oplosan, selain merugikan negara, bisa berdampak pada kesehatan bagi yang mengkonsumsinya.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Dian Anditya Mutiara

WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH — Keberadaan beras oplosan di pasaran membuat masyarakat kecewa lantaran uang yang seharusnya dikeluarkan untuk membeli beras premium, justru dicurangi demi kepentingan belaka.

Terbaru, Bareskrim Polri telah memeriksa empat pihak yang memproduksi dan mendistribusikan beras premium karena diduga tidak memenuhi standar mutu dan takaran pada Kamis (10/7/2025) lalu dan Senin (14/7/2025).

Keberadaan beras oplosan itu terendus lantaran ada kejanggalan harga beras di pasaran selama beberapa bulan terakhir.

Lantas, apakah beras oplosan berdampak buruk bagi kesehatan?

Menurut Praktisi Kesehatan Masyarakat, Dokter Ngabila Salama, mengonsumsi beras oplosan bisa menimbulkan dampak kesehatan, terutama jika beras tersebut mengandung zat kimia berbahaya seperti pewarna tekstil, pengawet ilegal, atau pemutih.

Baca juga: Soal Beras Oplosan Food Station, Sugiyanto Minta Pramono Ambil Langkah Tegas

Selain itu, beras yang sebenarnya sudah basi, berjamur, dan terkontaminasi mikroorganisme, juga berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan bagi yang mengonsumsinya.

"Kemudian, (apabila beras) dicampur dengan beras sintetis atau plastik palsu (walaupun jarang, ini pernah ditemukan)," kata Ngabila saat dikonfirmasi, Jumat (18/7/2025).

Ngabila membagi dampak kesehatan menjadi dua.

Dampak kesehatan jangka pendek dari konsumsi beras oplosan adalah mual, muntah, hingga diare.

Dampak itu terjadi apabila beras terkontaminasi jamur, bakteri, dan bahan kimia.

"Dua, sakit perut atau keracunan ringan. Karena kandungan toksin dari beras busuk atau bahan aditif yang tidak layak konsumsi," jelas dia.

"Tiga, alergi atau reaksi iritasi, terutama pada anak-anak atau orang yang sensitif terhadap bahan kimia seperti pewarna atau pemutih," lanjutnya.

Terakhir, beras oplosan membuat nasi cepat basi. Ini bisa memicu infeksi saluran cerna.

Sementara dampak kesehatan jangka panjang, bisa mengakibatkan sejumlah penyakit berat seperti kerusakan hati dan ginjal akibat akumulasi zat kimia berbahaya seperti formalin, boraks, atau zat pewarna non-pangan.

Kemudian, gangguan metabolisme apabila beras tidak mengandung nutrisi yang memadai.

Sebab, konsumen bisa mengalami kekurangan zat gizi pentin, vitamin B, dan lain sebagainya.

"Tiga, risiko kanker. Paparan jangka panjang terhadap zat aditif ilegal atau karsinogenik (misalnya Rhodamin B, pewarna tekstil) berpotensi meningkatkan risiko kanker," ungkap Ngabila.

"Empat, perkembangan anak terganggu. Jika dikonsumsi oleh balita dalam waktu lama, kekurangan nutrisi dari beras oplosan bisa berdampak pada tumbuh kembang dan fungsi otak," pungkasnya.

Baca juga: Kementan Sebut Hasil Uji Lab Sampel Beras Food Station Tak Sesuai Mutu

Di akhir, Ngabila menyebut bahwa keberadaan beras oplosan bukan hanya merugikan secara ekonomi, tapi juga bisa membahayakan kesehatan jika bahan campurannya tidak aman. 

Untuk itu, Ngabila menyarankan agar masyarakat sebaiknya melakukan hal berikut untuk mencegah mendapat beras oplosan saat berbelanja:

1.Pilih beras dari merek atau sumber terpercaya.

2. Cium aromanya (hindari yang berbau kimia atau apek)

3. Perhatikan warna dan bentuknya

4. Jika curiga, lebih baik tidak dikonsumsi dan segera laporkan. 

Berikut daftar 26 merek beras tak sesuai regulasi:

Wilmar Group: 

1. Sania
2. Sovia
3. Fortune
4. Siip 

PT Food Station Tjipinang Jaya:

5. Alfamidi Setra Pulen
6. Beras Premium Setra Ramos 
7. Beras Pulen Wangi
8. Food Station
9. Ramos Premium
10. Setra Pulen
11. Setra Ramos 

PT Belitang Panen Raya (BPR):

Raja Platinum
13. Raja Ultima 

PT Unifood Candi Indonesia

14. Larisst
15. Leezaat 

PT Buyung Poetra Sembada Tbk: 

16. Topi Koki

PT Bintang Terang Lestari Abadi:

17. Elephas Maximus
18. Slyp Hummer

Sentosa utama Lestari/Japfa Group:

19. Ayana 

PT Subur Jaya Indotama:

20. Dua Koki
21. Beras Subur Jaya 

CV Bumi Jaya Sejati

22. Raja Udang
23. Kakak Adik

PT Jaya Utama Santikah:

24. Pandan Wangi BMW Citra
25. Kepala Pandan Wangi
26. Medium Pandan Wangi 

 

Baca Wartakotalive.com berita lainnya di Google News

Dapatkan informasi lain dari WartaKotaLive.Com lewat WhatsApp : di sini

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved