Berita Nasional
Di Tengah Polemik, Progres Penulisan Ulang Sejarah Nasional oleh Kembud Sudah 80 Persen
Menurut Restu Gunawan, untuk memaparkan bagaimana kehebatan Indonesia, perlu dimulai dari penulisan sejarah dari masa lalu hingga saat ini.
Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Feryanto Hadi
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Nuri Yatul Hikmah
WARTAKOTALIVE.COM, PALMERAH — Kementerian Kebudayaan (Kembud) bakal merampungkan penulisan ulang buku sejarah nasional Indonesia yang sudah lama belum diperbaharui.
Diketahui, penulisan buku itu terakhir dilakukan pada 26 tahun lalu.
Hal itu sebagaimana disampaikan oleh Direktur Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Kementerian Kebudayaan Restu Gunawan saat menghadiri kegiatan pameran jurnalistik Harian Kompas, di Bentara Budaya Jakarta (BBJ), Senin (30/6/2025).
Rencana tersebut sebelumnya menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.
Bahkan, PDI Perjuangan menyebut pihaknya juga akan menulis ulang sejarah versi mereka sendiri
"Kami kan sebenarnya sudah lama ya enggak menulis buku sejarah nasional. Saya kira sudah waktunya karena temuan-temuan baru, baik di bidang arkeologi, sejarah, temuan kan sudah banyak nih, jadi ini kan perlu kita tulis, masyarakat biar tahu gitu," kata Restu.
Baca juga: Pensiunan Jenderal Ikut Gemas dengan Pernyataan Fadli Zon Soal Pemerkosaan Massal 1998
"Dan juga kita ini kan ingin mengubah juga paradigma berpikir kita tentang Indonesia sentris. Kita ingin melihat kehebatan Indonesia," imbuhnya.
Menurut dia, untuk memaparkan bagaimana kehebatan Indonesia, perlu dimulai dari penulisan sejarah dari masa lalu hingga saat ini.
Sehingga rencananya, penulisan itu akan membahas terkait Indonesia Sentris.
"Mudah-mudahan nanti bisa selesai sesuai jadwal dan bisa menghasilkan karya-karya yang bagus dari para penulis, para sejarawan, para arkeolog untuk menulis karya-karyanya itu," jelas Restu.
Kendati demikian, Restu mengungkap bahwa sebelum buku tersebut terbit, akan ada uji publik dan sosialisasi yang dilakukannya.
Pengujian itu akan dilakukan di sejumlah wilayah Indonesia, mulai dari Barat, Timur hingga Tengah.
"Kalau uji publiknya gitu. Tunggu aja nanti kita lakukan. Pasti kita lakukan lah," jelas dia.
| FKPPI Soroti Pentingnya Kemerdekaan Mental Rakyat Indonesia |
|
|---|
| APKESMI Kukuhkan Pengurus Baru, Dorong Akselerasi Transformasi Kesehatan Nasional |
|
|---|
| KAI Gandeng Huawei dan SURGE, Perkuat Layanan Berbasis 5G |
|
|---|
| Aksi Ricuh Dinilai Ditunggangi Provokator, Warga Diminta Waspada |
|
|---|
| CMNP Yakin Menang Gugatan Rp 119 Triliun Lawan Bos Media |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Restu-Gunawan.jpg)