Rabu, 22 April 2026

Dapat Julukan 'Mulyono Jilid II', Dedi Mulyadi Menduga Ada Dalang yang Gerakkan Neitizen dan Buzzer

Dedi Mulyadi sebut, julukan 'Mulyono Jilid II' disematkan oleh orang-orang yang selalu memperhatikan segala aktivitasnya.

Editor: Sigit Nugroho
Sumber: Instagram @dedimulyadi71
RESPONS DEDI MULYADI - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons santai terkait julukan baru, yaitu 'Mulyono Jilid II'. Dedi Mulyadi menilai sebutan tersebut disematkan oleh orang-orang yang selalu memperhatikan segala aktivitasnya. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons santai terkait julukan baru, yaitu 'Mulyono Jilid II'.

Dedi Mulyadi menilai sebutan tersebut disematkan oleh orang-orang yang selalu memperhatikan segala aktivitasnya.

"Setelah bisa melewati masa-masa sulit, menyelamatkan anak remaja di Jawa Barat dari berbagai problem kriminal yang dialaminya melalui pendidikan disiplin di Barak Militer, kini berbagai pihak mulai mengepung kembali," kata Dedi Mulyadi dikutip dari Instagram @dedimulyadi71.

"Dengan berbagai stigma, sebagai Gubernur Konten, Mulyono Jilid II, Gubernur Pencitraan dan berbagai tayangan lainnya, yang sengaja dibuat dengan tujuan cuma satu, karena mereka sangat memperihatikan saya," ujar Dedi Mulyadi.

Pria yang pernah jadi Bupati Purwakarta itu menyebut julukan 'Mulyono Jilid II' diberikan dari netizen hingga buzzer, karena ada yang menggerakkan.

Namun, Dedi Mulyadi tak mengungkap secara gamblang hasil penemuannya, terkait pihak yang menggerakkan netizen hingga buzzer itu.

Baca juga: Akui Sebagai Gubernur Konten, Dedi Mulyadi Sebut Lebih Baik Ngonten daripada Molor, Sindir Siapa?

Dedi Mulyadi menyebut, netizen yang memberikan pandangan dan komentar buruk soal dirinya, bukan berasal dari Jawa Barat.

Menurut Dedi Mulyadi, mereka adalah buzzer yang memang memiliki tujuan untuk menjelek-jelekkan dan menciptakan citra buruk tentang dirinya.

Kemudian, dia mengungkit soal videonya saat sedang mengaduk semen yang kini sedang viral kembali.

Gara-gara video tersebut, Dedi Mulyadi ramai disebut sebagai Gubernur Pencitraan.

Padahal menurut Dedi Mulyadi video tersebut direkam sekitar 6 tahun lalu.

"Apapun yang saya lakukan dikomentari, dan ini dilakukan oleh orang di luar Jawa Barat, artinya banyak warga di luar Jawa Barat kesal sama saya," jelas Dedi Mulyadi.

Meski mendapatkan serangan dan sebutan negatif, Dedi Mulyadi mengaku tidak masalah.

Dedi Mulyadi menilai, warga Jawa Barat akan selalu mencintainya.

Baca juga: Kebijakan Dedi Mulyadi Dikritik, Lemhanas : Tidak Semua Diselesaikan Lewat Pendidikan Militer 

Dia juga menantang para buzzer untuk kembali membuat konten negatif soal dirinya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved