Paus Leo XIV
Paus Leo XIV Resmi Dilantik: Harapan Baru bagi 1,4 Miliar Umat Katolik
Upacara pelantikan yang berlangsung di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, dihadiri oleh lebih dari 250.000 umat dan delegasi dari lebih dari 150 negara
WARTAKOTALIVECOM, Vatikan -- Vatikan menyambut era baru dalam sejarah Gereja Katolik dimana pada Minggu (18/5/2025) diselenggarakan pelantikan resmi Paus Leo XIV sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik sedunia.
Upacara pelantikan yang berlangsung di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, dihadiri oleh lebih dari 250.000 umat dan delegasi dari lebih dari 150 negara, termasuk tokoh-tokoh penting dunia seperti Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, dan Presiden Peru Dina Boluarte .
Simbolisme dan Tradisi Pelantikan
Sebagai bagian dari tradisi pelantikan, Paus Leo XIV menerima dua simbol penting: pallium dan cincin nelayan.
Pallium, jubah wol domba, melambangkan peran pastoral Paus sebagai gembala umat, sementara cincin nelayan merupakan simbol otoritas apostolik sebagai penerus Santo Petrus .
Dalam prosesi menuju pelantikan, Paus Leo XIV melakukan perjalanan pertamanya dengan mobil kepausan putih, melambangkan awal dari masa kepemimpinannya .
Profil Paus Leo XIV
Paus Leo XIV, lahir dengan nama Robert Francis Prevost di Chicago, Amerika Serikat, pada tahun 1955, merupakan Paus pertama yang berasal dari Amerika Serikat dan juga memegang kewarganegaraan Peru.
Sebelum terpilih sebagai Paus, ia menjalani pelayanan sebagai misionaris di Peru selama beberapa dekade dan menjabat sebagai Uskup Chiclayo.
Pada tahun 2023, ia diangkat sebagai Prefek Kongregasi untuk Para Uskup dan Presiden Komisi Kepausan untuk Amerika Latin oleh Paus Fransiskus .
Visi dan Komitmen
Dalam homili pertamanya sebagai Paus, Leo XIV menekankan komitmennya terhadap perdamaian global dan keadilan sosial. Ia menyerukan gencatan senjata di Gaza, pembebasan sandera Israel, dan perdamaian yang langgeng di Ukraina.
Paus juga menyoroti pentingnya dialog antaragama dan diplomasi multilateral sebagai jalan menuju perdamaian .
Selain itu, Paus Leo XIV menegaskan kembali ajaran tradisional Gereja mengenai keluarga dan martabat manusia.
Ia menyatakan bahwa keluarga didasarkan pada "persatuan yang stabil antara seorang pria dan seorang wanita" dan menekankan martabat yang melekat pada setiap individu, termasuk yang belum lahir, lansia, orang sakit, pengangguran, dan imigran .
Rumah Masa Kecil Paus Leo XIV Kini Jadi Sorotan Dunia Hingga Diburu Para Pembeli |
![]() |
---|
Cerita Kardinal Tagle dan Permen untuk Paus Leo XIV Saat Ketegangan pada Pelaksanaan Konklaf |
![]() |
---|
Momen Hangat Saat Paus Leo XIV Dapat Pelukan dari Kakak Kandungnya pada Misa Pelantikan di Vatikan |
![]() |
---|
Ekspresi Wajah Paus Leo XIV Penuh haru, Saat Menerima Cincin Gembala Kepausan dari Kardinal Tagle |
![]() |
---|
Penampakan Cincin Nelayan Paus Leo XIV dalam Pelantikan Resmi di Vatkan, Dipakai Seumur Hidup |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.