Jumat, 15 Mei 2026

Konklaf

Ini Lima Kardinal Termuda Siap Jadi Kandidat Calon Paus Baru pada Konklaf 2025

Kehadiran lima kardinal termuda yang mencerminkan semangat pembaruan dan keberagaman dalam Gereja Katolik

Tayang:
Editor: Joanita Ary
Instagram @promotorgerejakatolik
5 KARDINAL TERMUDA -- Konklaf 2025 yang akan dimulai pada 7 Mei di Kapel Sistina, Vatikan, tidak hanya menarik perhatian karena akan memilih Paus baru, tetapi juga karena kehadiran lima kardinal termuda yang mencerminkan semangat pembaruan dan keberagaman dalam Gereja. 

WARTAKOTALIVECOM, VATIKAN -- Dalam sejarah panjang Gereja Katolik, konklaf selalu menjadi momen penting yang menentukan arah dan kepemimpinan umat Katolik di seluruh dunia.

Konklaf 2025 yang akan dimulai pada 7 Mei di Kapel Sistina, Vatikan, tidak hanya menarik perhatian karena akan memilih Paus baru, tetapi juga karena kehadiran lima kardinal termuda yang mencerminkan semangat pembaruan dan keberagaman dalam Gereja.​

1. Kardinal Mykola Bychok (45 tahun, Ukraina)

Kardinal Bychok adalah uskup Eparki Sts. Petrus dan Paulus di Melbourne, melayani umat Katolik Ukraina di Australia, Selandia Baru, dan Oseania.

Diangkat menjadi kardinal pada Desember 2024, ia menjadi anggota termuda dalam College of Cardinals dan pemilih termuda dalam konklaf 2025.

Sebagai bagian dari Gereja Katolik Yunani Ukraina, ia mengenakan koukoulion hitam dengan pinggiran merah tipis, sesuai tradisi monastik Ukraina, saat upacara pengangkatannya. ​

2. Kardinal Giorgio Marengo (50 tahun, Italia)

Kardinal Marengo telah melayani sebagai misionaris di Mongolia selama hampir dua dekade dan diangkat menjadi kardinal pada Agustus 2022.

Sebagai Prefek Apostolik Ulaanbaatar, ia memimpin komunitas Katolik yang kecil namun berkembang di negara tersebut.

Kehadirannya mencerminkan komitmen Gereja terhadap wilayah-wilayah misi dan dialog antaragama, terutama dengan umat Buddha di Mongolia. ​

3. Kardinal George Jacob Koovakad (51 tahun, India)

Kardinal Koovakad berasal dari negara bagian Kerala dan merupakan anggota Gereja Siro-Malabar, salah satu Gereja Katolik ritus Timur.

Sebelum diangkat menjadi kardinal pada Desember 2024, ia menjabat sebagai koordinator perjalanan kepausan dan memiliki pengalaman luas dalam layanan diplomatik Takhta Suci.

Pada Januari 2025, ia ditunjuk sebagai Prefek Dikasteri untuk Dialog Antaragama, menjadi prelat India pertama dari Gereja Siro-Malabar yang memimpin departemen Kuria. ​

4. Kardinal Américo Manuel Alves Aguiar (51 tahun, Portugal)

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved