Kamis, 9 April 2026

Konklaf

Inilah Kamar Tidur Para Kardinal Selama Konklaf Berlangsung

Tempat para kardinal elektor beristirahat, berdoa dalam diam, dan melewati malam-malam penuh beban rohani. 

Editor: Joanita Ary
Instagram EWTN Vatican
KAMAR TIDUR KARDINAL -- Tempat para kardinal elektor beristirahat, berdoa dalam diam, dan melewati malam-malam penuh beban rohani. Dunia itu bernama Domus Sanctae Marthae, rumah sederhana namun sakral, tempat tinggal para kardinal selama konklaf. 

WARTAKOTALIVECOM, JAKARTA – Ketika pintu-pintu Kapel Sistina ditutup dan dunia menanti dengan kepala menengadah ke langit Vatikan, berharap melihat asap putih, ada sebuah dunia kecil yang tersembunyi di dalam dinding Kota Vatikan

Tempat para kardinal elektor beristirahat, berdoa dalam diam, dan melewati malam-malam penuh beban rohani. 

Dunia itu bernama Domus Sanctae Marthae, rumah sederhana namun sakral, tempat tinggal para kardinal selama konklaf.

Berjalan kaki tak lebih dari lima menit dari Kapel Sistina, bangunan berbentuk persegi ini tidak tampak mencolok.

Dibangun pada masa kepemimpinan Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1996, Domus Sanctae Marthae awalnya ditujukan sebagai rumah tamu Vatikan.

Baca juga: Asap Hitam Kedua dari Cerobong Asap di Langit Vatikan, Tanda Paus Baru Belum Juga Terpilih

Namun, dalam ritus tertutup konklaf, proses pemilihan paus yang menyatukan para kardinal dari segala penjuru dunia.

Dan gedung ini berubah menjadi tempat tinggal eksklusif serta sangat terbatas juga dijaga ketat oleh Garda Swiss dan staf pengamanan khusus.

Selama konklaf, para kardinal dilarang berkomunikasi dengan dunia luar.

Tidak ada ponsel, tidak ada email, tidak ada kunjungan tamu.

Kamar-kamar mereka menjadi ruang retret pribadi, tempat dimana mereka bermalam, berdoa, atau menuliskan catatan kecil dalam buku harian yang tak akan pernah dibaca siapa pun.

Tidak seperti bayangan sebagian orang tentang sel-sel batu seperti biara abad pertengahan, kamar-kamar di Domus ini tergolong modern, meski tetap sederhana.

Pada setiap kamar berisi satu tempat tidur tunggal, meja tulis, lemari kecil, dan kamar mandi pribadi.

Dindingnya polos, lantainya berkeramik, dan jendelanya biasanya tertutup tirai tebal.

Di sinilah, dalam keheningan yang terjaga, para kardinal menimbang pilihan yang akan mengubah arah Gereja Katolik sedunia.

Seorang kardinal pernah menyebut, “Waktu di Domus berjalan lambat. Bahkan bunyi detak jam dinding pun terdengar lebih keras daripada biasanya.”

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved