Paus Fransiskus Meninggal Dunia
Berikut Cara dan Proses Pemilihan Sosok yang Bakal Gantikan Mendiang Paus Fransiskus
Konklaf Kepausan akan memberikan suara untuk memilih Paus baru atau penerus Paus Fransiskus yang wafat pada Senin (21/4/2025).
Kardinal elektor termuda baru berusia 45 tahun, seorang pendeta Ukraina yang tinggal di Australia.
Baca juga: Inilah Momen Kardinal di Vatikan Umumkan Meninggalnya Paus Fransiskus
Oleh karena itu ada kemungkinan, untuk pertama kalinya selama berabad-abad, Paus berikutnya bisa berasal dari Afrika atau Asia atau wilayah lain yang secara tradisional kurang terwakili dalam kepemimpinan Vatikan.
Dikutip dari aljazeera.com bahwa di antara Kardinal asal Afrika yang berpeluang jadi Paus baru, yaitu Peter Turkson dari Ghana yang merupakan mantan kepala Dewan Kepausan untuk Keadilan dan Perdamaian dan Fridolin Ambongo dari Republik Demokratik Kongo yang merupakan Uskup Agung Kinshasa.
Calon yang punya peluang jadi pengganti Paus Fransiskus, yaitu Kardinal Filipina Luis Tagle yang merupakan mantan uskup agung Manila.
Seperti Paus Fransiskus, Tagle menekankan keadilan sosial dan kepedulian terhadap orang miskin.
Baca juga: Paus Fransiskus Meninggal Dunia, Menag Nasaruddin: Jasa & Persahabatan Beliau Tak Bisa Kita Lupakan
Ada juga, Kardinal Hungaria Peter Erdo yang dianggap sebagai kandidat konservatif terkemuka dan bisa jadi jembatan bagi umat Kristen Timur.
Erdo merupakan Uskup Agung Esztergom-Budapest yang telah memperjuangkan penjangkauan kepada umat Kristen Ortodoks.
Sekretaris negara Takhta Suci, Kardinal Pietro Parolin, juga punya peluang jadi Paus baru.
Pasalnya, Pietro memiliki peran diplomatik dan dikenal baik oleh semua Kardinal.
Calon lain yang punya peluang, yaitu Uskup Agung Bologna, Matteo Zuppi dari Italia, dan Sekretaris Jenderal Sinode Para Uskup, Mario Grech dari Malta.
Baca juga: Paus Fransiskus Wafat, Menag Nasaruddin Umar: Jasanya tak Terlupakan
Sebelum terpilihnya pengganti Paus Fransiskus atau terpilihnya Paus baru yang disebut sebagai periode "sede vacante" (kursi kosong) – ketika jabatan kepausan kosong – seorang Kardinal senior, yang dikenal sebagai Camerlengo akan mengesahkan kematian Paus.
Camerlengo akan mengambil alih sementara keuangan dan urusan administratif Vatikan.
Meski begitu, dia tidak memiliki wewenang untuk mengubah doktrin Gereja atau membuat keputusan penting.
Saat ini, Camerlengo adalah Kardinal kelahiran Irlandia Kevin Farrell yang juga menjabat sebagai Presiden Mahkamah Agung Vatikan. (*)
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.
| Dubes Vatikan Pimpin Misa Mendiang Paus Fransiskus di Katedral Jakarta, Ini Pesan Mgr Pierro Pioppo |
|
|---|
| Citra Israel Rusak Usai Hapus Postingan Belasungkawa atas Wafatnya Paus Fransiskus |
|
|---|
| Jenazah Paus Fransiskus Dimakamkan Sabtu Ini, Dihadiri Donald Trump dan Sejumlah Pemimpin Dunia |
|
|---|
| Pejabat Vatikan Menyegel Kediaman Paus Fransiskus, Jadi Tanda Masa Berkabung Resmi Dimulai |
|
|---|
| Tidak di Vatikan, Paus Fransiskus Minta Dimakamkan di Basilika Santa Maria Mayor, Gereja Favoritenya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Pemimpin-Katolik-Dunia-Paus-Fransiskus-meninggal-dunia-Senin-2142025.jpg)