Kamis, 30 April 2026

Paus Fransiskus Meninggal Dunia

Berikut Cara dan Proses Pemilihan Sosok yang Bakal Gantikan Mendiang Paus Fransiskus

Konklaf Kepausan akan memberikan suara untuk memilih Paus baru atau penerus Paus Fransiskus yang wafat pada Senin (21/4/2025).

Tayang:
Editor: Sigit Nugroho
Sumber: Vatican Media
PENGGANTI PAUS FRANSISKUS - Pemimpin Katolik Dunia Paus Fransiskus meninggal dunia, Senin (21/4/2025). Konklaf Kepausan akan memberikan suara untuk memilih Paus baru atau penerus Paus Fransiskus. 

Konklaf Kepausan dibentuk pada dua atau tiga minggu setelah wafatnya atau pengunduran diri Paus yang sedang menjabat.

Hal ini memungkinkan masa berkabung selama sembilan hari dan para Kardinal dari seluruh dunia untuk datang ke Vatikan.

Konklaf tahun 2013 yang memilih Paus Fransiskus dimulai hanya 12 hari setelah pengunduran diri pendahulunya, Benediktus XVI.

Baca juga: Mengenang Kesederhanaan Paus Fransiskus di Indonesia, Tolak Mobil Mewah dan Duduk di Samping Sopir

Waktu untuk Memilih Paus Baru

Proses pemilihan Paus baru bisa memakan waktu berhari-hari, berminggu-minggu, atau bahkan lebih lama, tergantung para Kardinal menyelesaikannya.

Setiap hari, konklaf dapat mengadakan hingga empat putaran pemungutan suara untuk mencoba mencapai mayoritas dua pertiga yang dibutuhkan.

Jika, setelah 33 putaran, masih belum ada keputusan, dua kandidat teratas akan saling bersaing dalam pemungutan suara putaran kedua.

Pemilihan tiga Paus terakhir berlangsung relatif cepat dengan masing-masing hanya berlangsung beberapa hari.

Namun secara historis, pemilihan terkadang berlangsung lebih lama.

Konklaf kepausan yang memilih Paus Gregorius X pada tahun 1271 berlangsung hampir tiga tahun karena pertikaian politik yang sengit.

Pengganti Paus Fransiskus

Kini muncul pertanyaan siapa pengganti Paus Fransiskus untuk jadi pemimpin umat Katolik di dunia yang memiliki 1,39 miliar pengikut.

Dari 138 Kardinal yang memenuhi syarat untuk memberikan suara dalam konklaf, ada 110 yang ditunjuk oleh Paus Fransiskus

Kelompok ini secara signifikan lebih beragam dibanding pemilihan Paus sebelumnya dengan representasi yang lebih banyak dari Asia, Afrika, dan Amerika Latin.

Hal itu mencerminkan tujuan Paus Fransiskus untuk mencerminkan jangkauan global Gereja Katolik.

Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved