Kecelakaan
Kehilangan Putri Semata Wayang dan Kedua Kakinya, Eli Kecewa Soal Ganti Rugi dari PT KMI
Kehilangan Putri Semata Wayang dan Kedua Kakinya, Eli Kecewa Soal Ganti Rugi dari PT KMI
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Eli Agustin (30) korban kecelakaan di Rest Area Tol Jakarta-Cikampek, tepatnya SPBU Pertamina 34.175.44 Desa Telagamurni, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi hanya bisa menangis.
Tak hanya meratapi kedua kakinya yang putus setelah terlindas truk tronton milik PT Karya Marga Intinusa (KMI), dirinya masih merasakan kehilangan atas kepergian putrinya, Zea Nada Ayudisa (3).
Putri semata wayangnya yang diharapkan bisa tumbuh besar dan membanggakan harus meninggal dunia di lokasi kejadian pada tanggal 27 Agustus 2024.
Saat ini, Eli Agustin sudah tak bisa beraktivitas seperti biasa.
Kehilangan kedua kaki membuat dirinya hanya bisa terbaring lemah di atas tempat tidurnya.
Berbulan-bulan menagih keadilan, pertanggungjawaban perusahaan tak kunjung datang.
Setelah didesak pihak keluarga, PT KMI baru memberikan uang ganti rugi sebesar Rp 50 juta.
Uang ganti rugi yang dinilainya tidak sepadan dengan nyawa seorang anak dan sepasang kakinya yang putus.
“Dari pihak perwakilan perusahaan bilang ini adalah sebuah musibah, jadi mereka memandangnya kita nggak bersyukur dikasih uang Rp 50 juta,” kata Eli Agustin.
“Sekarang bukannya nggak bersyukur ya, kita harus realistis karena kita butuh ke depannya seperti kaki palsu, seenggaknya aku juga punya usaha buat keuangan stabil lagi,” sambungnya.
Eli Agustin hanya minta pertanggungjawaban yang layak dari pihak perusahaan ekspedisi PT Karya Marga Intinusa, untuk keberlangsungan masa depan keluarganya.
Kehilangan nyawa dan kedua kaki jelas tak bisa dinilai dengan sebuah angka.
“Aku juga maunya gak muluk-muluk, tapi kalau diangka segitu aku ngerasa seperti dilecehkan banget sebagai manusia,” tegas Eli.
Kronologi Kejadian
Rasa duka mendalam dirasakan oleh Muji Handoyo dan keluarga.
Warga Jalan Bumiraya RT 01/18 Pondok Benda, Pamulang, Tangerang Selatan itu kini terpuruk lantaran putri semata wayangnya, Zea Nada Ayudisa (3) tahun meninggal dunia.
Selain itu, Istrinya, Eli Agustin pun kehilangan kedua kakinya setelah terlindas truk tronton wings box milik ekspedisi PT KM.
Peristiwa naas itu diungkapkan Muji terjadi ketika hendak mudik ke kampung halaman, Cilacap, Jawa Tengah pada tanggal 27 Agustus 2024 lalu.
Sesampainya di Rest Area Tol Jakarta-Cikampek, tepatnya SPBU Pertamina 34.175.44 Desa Telagamurni, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, dirinya menepikan kendaraan.
Muji mengaku hendak mengisi bahan bakar mobilnya.
Tak ada firasat ataupun perasaan aneh ketika dirinya mengantre di SPBU rest area untuk mengisi bahan bakar.
Bersamaan dengan itu, istri dan anaknya turun dari mobil.
Mereka membeli makanan di minimarket dan duduk di separator sekitar SPBU.
Akan tetapi, musibah terjadi.
Tanpa disadari, truk wing box berukuran besar yang diketahui merupakan milik perusahaan ekspedisi PT KM tiba-tiba bermanuver.
Diduga kurang haluan, Muhammad Juliadi yang berada di balik kemudi memaksakan truk berbelok.
Akibatnya, ban belakang truk naik ke atas separator dan mengenai istri dan anaknya.
Meski dirinya hanya berjarak 10 meter, teriakan dirinya dan pengemudi lainnya di lokasi rupanya tidak disadari sang istri.
Hanya dalam hitungan detik, istrinya yang tengah menyuapi putrinya itu pun terlindas.
Sesaat peristiwa kelam itu terjadi, dirinya melihat kondisi putrinya sudah tidak bergerak.
Begitu juga dengan istrinya.
“Jadi aku isi bensin di Cibitung ketika itu anak lapar makanya istri dan anak ke minimarket dah saat antri isi bensin istri dan anak menunggu di pembatas kilang bensin itu. Ketika itu jaraknya sekitar 10 meter dari saya antri bensin,” ungkap Muji pada Rabu (12/3/2025).
“Setelah itu ada truk tronton wings box, niatnya mau ngisi solar namun kosong mau kearah keluar, istri saya sama anak saya duduk baru mau nyuapin anak, tiba-tiba entah gimana itu tronton kurang haluan, sehingga ban belakangnya naik ke trotoar dan mengenai istri sama anak saya,” sambungnya.
Beruntungnya saat kejadian tersebut polisi yang sedang melakukan patroli dengan sigap membawa kedua korban tersebut ke Rumah Sakit Medika.
Akan tetapi, nyawa putrinya tidak tertolong.
Putrinya dinyatakan sudah meninggal dunia.
Sedangkan istrinya yang pingsan dinyatakan pihak rumah sakit harus menjalani amputasi kedua kaki.
Pasalnya, kondisi tulang kaki dari paha hingga jari kaki seluruhnya remuk.
"Hati saya hancur, pikiran saya kalut waktu itu," imbuh Muji.
Tak hanya itu, pukulan telak yang dirasakannya saat dirinya dihadapkan dengan biaya rumah sakit.
Dirinya harus menanggung seluruh biaya rumah sakit sendiri, bukan dari supir atau perusahaan expedisi PT KM.
“Saat itu anak kan sudah engga ada ya, untuk biaya anak dibayar satu juta koma berapa gitu, dan istri kebetulan pake BPJS. Kecuali ketika mobil jenazah ambulan untuk membawa anak dimintalah mediasi bersama pihak perusahaan, jadi pada saat di rumah sakit ada pihak dari perusahaan datang selang beberapa jam untuk negosiasi,” jelas Muji.
“Lewat WA sebenarnya itu, diminta untuk biaya pemakaman sama biaya transportasi ambulan. Ketika itu anak dibawa pulang kampung dan istri masih dirawat dan dirujuk ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung selama 40 hari di sana pakai BPJS,” bebernya.
Muji juga menjelaskan bantuan yang datang kepada dirinya hanya berasal dari Jasa Marga, yakni sekitar Rp 50 juta.
Sementara bantuan yang diberikan oleh pihak perusahaan hanya sekedar biaya ambulans dan pemakaman saja.
Sedangkan bantuan untuk meringankan kemalangan yang dihadapi oleh Muji dan keluarga sampai saat ini tidak pernah ada.
"Hanya sekedar mediasi kekeluargaan saja," sesal Muji.
Tak hanya itu saja, bahkan Muhammad Juliadi selaku supir yang membuat hidup keluarga Muji harus menerima kemalangan tercatat hanya sekali berkunjung bersama pihak perusahaan.
“Sebelumnya di bandung negosiasi juga dari perusahaan minta ganti rugi, cuma nominalnya nggak sesuai. Lama tidak ada komunikasi, tidak ada perwakilan perusahaan yang menemui saya lagi,” ungkap Muji.
Atas peristiwa yang menimpanya, Muji berharap keadilan untuk istri dan anaknya.
“Setidaknya jaminan istri saya dijamin dan untuk ke depannya kaki palsunya bisa diusahakan, bisa mempermudah urusan istri saya. Syukur-syukur ada bantuan usaha untuk istri saya biar ada kegiatan,” ujarnya berharap.
Kecelakaan Tragis di Tol JORR Jatiasih, Sopir Truk Pengangkut Elpiji Tewas |
![]() |
---|
Pengemudi Mobil Listrik yang Tabrak Dua Anggota PPSU di Jaksel Belum Jadi Tersangka, Ini Kata Polisi |
![]() |
---|
Kronologi Kecelakaan PPSU Kelurahan Pejaten Timur hingga Akhirnya Diamputasi |
![]() |
---|
Polisi Amankan Pengemudi Mobil yang Tabrak 2 Petugas PPSU Kelurahan Pejaten Timur |
![]() |
---|
Ngantuk dan Baru Kehilangan Anak, Pengemudi Mobil MG Tabrak 2 PPSU Kendarai Gerobak Motor di Jaksel |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.