Massa Demo Pro RUU TNI Hadir di depan DPR RI, Edy: Tidak Ada Dwifungsi TNI

Ratusan massa aksi pro pengesahan RUU TNI mendatangi gedung DPR RI, Kamis (20/3/2025) sejak pukul 10.00 WIB.

|
Wartakotalive/Miftahul Munir
DEMO DPR - Massa pro RUU TNI sampaikan aspirasi di depan DPR RI, Kamis (20/3/2025). Ada 350 massa dibawa ke lokasi untuk kawal pengesahan. (WARTA KOTA/MIFTAHUL MUNIR) 

WARTAKOTALIVE.COM, TANAH ABANG - Ratusan massa aksi pro pengesahan RUU TNI mendatangi gedung DPR RI, Kamis (20/3/2025) sejak pukul 10.00 WIB.

Mereka membawa spanduk dan mobil komando untuk sampaikan aspirasinya dalam mendukung pengesahan RUU TNI.

Selain massa pro, di area yang sama ada mahasiswa kontra atau menolak RUU TNI yang hadir tidak terlalu banyak.

Mereka juga membawa selembaran kertas bertuliskan penolakan pengesahan RUU TNI dan meneriaki massa pro ketika sedang berorasi.

Ketua Lembaga Transparansi Anggaran Korupsi Indonesia (Lemtaki), Edy Susilo menjelaskan, ada sekira 350 massa yang dibawa ke DPR RI untuk mendukung RUU TNI.

Baca juga: Para Pendemo Tolak RUU TNI Dirikan Tenda di Pintu Masuk DPR Jelang Sidang Pengesahan RUU TNI

"Tuntutannya kami minta agar pemerintah dan DPR RI mengesahkan RUU TNI," katanya, Kamis.

Ia meminta agar RUU TNI itu disahkan demi menegakan keadilan di Indonesia khususnya bagi prajurit TNI.

Edy menerangkan, TNI bisa diajak kolaborasi dalam memberantas aksi korupsi di Indonesia bersama penegak hukum lainnya.

"Pemerintah membangun bangsa ini demi menuju Indonesia emas. Saya minta seluruh elemen bersatu padu membangun sinergi, tidak ada istilah dwifungsi TNI," tegasnya. 

Sebanyak 5.021 personel gabungan dikerahkan untuk mengamankan aksi demonstrasi mahasiswa dan sejumlah aliansi terkait revisi Undang-Undang TNI di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Kamis (20/3/2025).

"Untuk pengamanan aksi penyampaian pendapat dari mahasiswa dan beberapa aliansi, kami melibatkan 5.021 personel gabungan," ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Susatyo Purnomo Condro.

Personel gabungan itu terdiri atas anggota Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, TNI, Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta, serta instansi terkait. 

Mereka ditempatkan di berbagai titik di sekitar Gedung DPR RI untuk memastikan keamanan dan ketertiban.

Baca juga: Tiga Anggota Polri Tewas di Tangan Oknum TNI, Direktur Imparsial Soroti Revisi UU TNI

Selain menjaga jalannya aksi, aparat juga bertugas mencegah massa masuk ke dalam Gedung DPR RI.

Rekayasa Lalu Lintas

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved