Sabtu, 11 April 2026

Bahlil Bilang Blending BBM itu  Gak Masalah, Boleh-boleh Saja!

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Mengatakan Bahwa Blending BBM itu  Gak Masalah, Boleh-boleh Saja!

Editor: Joanita Ary
WartaKota/Nuri Yatul Hikmah
BAHLIL SOAL BLENDING BBM -- Bahlil Lahadalia Menteri ESDM, menegaskan bahwa skema blending atau pencampuran BBM diperbolehkan selama kualitasnya sesuai dengan standar yang ditetapkan. Pernyataan ini disampaikan Bahlil sebagai respons kekhawatiran masyarakat terkait dugaan oplosan Pertalite (RON 90) menjadi Pertamax (RON 92). Hal ini disampaikan Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (26/2). 

WARTAKOTALIVECOM, JAKARTA Bahlil Lahadalia Menteri ESDM, menegaskan bahwa skema blending atau pencampuran BBM diperbolehkan selama kualitasnya sesuai dengan standar yang ditetapkan.

Pernyataan ini disampaikan Bahlil sebagai respons kekhawatiran masyarakat terkait dugaan oplosan Pertalite (RON 90) menjadi Pertamax (RON 92).

"Boleh sebenarnya (blending), selama kualitasnya, spek-nya itu sama," tutur Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Rabu (26/2).

Pada kesempatan itu, Bahlil juga menjawab keresahan masyarakat akan kualitas BBM yang beredar setelah Kejagung menahan tujuh tersangka dalam dugaan kasus korupsi tata kelola minyak mentah.

Menteri Bahlil menyebutkan kualitas BBM yang saat ini beredar sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan, baik untuk Pertalite (RON 90) maupun Pertamax (RON 92).

Selain itu ia juga menyoroti perlunya evaluasi berkala dalam pemberian izin impor BBM dan kebijakan untuk mengolah minyak di dalam negeri guna meningkatkan efisiensi.

Disisi lain Pelaksana Tugas Harian Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo, menegaskan bahwa penambahan zat aditif pada Pertamax bertujuan untuk meningkatkan performa mesin, bukan merupakan praktik pengoplosan.

Sebagaimana diketahui, masyarakat lewat berbagai platform sosial media, baik X maupun Instagram, meluapkan keluh kesah dan keresahan mereka soal kualitas BBM non-subsidi yang dipasarkan oleh PT Pertamina.

Atas keresahan masyarakat ini, Bahlil meyakinkan publik bahwa seluruh produk BBM Pertamina baik itu Pertalite, Pertamax 92, Pertamax Green 95, hingga Pertamax Turbo 98 sudah melalui proses uji kualitas di Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM.

Dan khusus Pertamax Turbo 98, disebut Bahlil kedua jenis itu tak melalui proses blending karena spesifikasinya berbeda dengan bensin lain dengan nomor oktan yang lebih rendah.

"Bagus-bagus ini tidak mungkin dicampur karena itu ada spek-nya kok, tidak perlu khawatir," kata dia.

Meski begitu, Eks-Ketua Umum HIPMI tersebut bakal tetap menjawab keresahan masyarakat dengan membentuk suatu tim khusus yang memastikan BBM yang beredar sudah sesuai spesifikasi.

"Kami akan menyusun tim dengan baik untuk memberikan kepastian agar masyarakat membeli minyak berdasarkan spesifikasi dan harganya, jadi tidak ada masalah," ucap Bahlil.

Sumber: KOMPAS
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved