Wajib Militer

Dedi Mulyadi Terapkan Wajib Militer di SMA Jabar, Sasar Siswa Terlibat Geng Motor dan Tawuran

Dedi Mulyadi Akan Terapkan Wajib Militer di SMA Jabar, Sasar Siswa Terlibat Geng Motor dan Tawuran

Wartakotalive.com/ M Rifqi Ibnumasy
WAJIB MILITER SMA -- Dedi Mulyadi di Hotel Bumi Wiyata Depok, Depok pada Selasa (29/10/2024). Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi akan menerapkan dan memasukkan wajib militer ke kurikulum SMA di Jawa Barat/ (M Rifqi/ WartaKota) 

WARTAKOTALIVE.COM -- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berencana memasukan wajib militer pada kurikulum pendidikan menengah atau setingkat SMA di Jawa Barat (Jabar).

Menurut Dedi Mulyadi, ia akan mengalokasikan dana untuk pembentukan gerakan Jabar Manunggal.

Di mana gerakan ini bertujuan untuk menurunkan angka kriminalitas.

Gerakan itu, kata Dedi Mulyadi, antara lain berfokus pada penumpasan geng motor dan premanisme serta hal-hal lain yang menyangkut upaya menurunkan angka kriminalitas.

Baca juga: Dedi Mulyadi Minta Mobil Dinas Mercy Jadi RS Berjalan, Bisa Periksa Sakit Kanker dan Ibu Hamil

Masuknya pendidikan wajib militer, kata Dedi Mulyadi juga bagian salah satu dari gerakan Jabar Manunggal.

"Ini untuk pembentukan kebangsaan pada anak SMA," kata Dedi dilansir dari Kompas.com yang dikutip Selasa (26/2/2025).

Dedi berharap adanya wajib militer bisa membuat para siswa paham terkait banyak hal serta mengetahui pentingnya kedisiplinan.

"Dia ngerti dari sisi fisiknya, (misalnya) ngerti baris berbaris, dari sisi pikirannya ngerti sejarah, ngerti kebudayaan, ngerti ekologi, ngerti bagaimana masa depan bangsa, dan bagaimana disiplin," kata Dedi. 

Dedi berharap dengan adanya pendidikan wajib militer bisa membuat jawa barat zero tawuran dan zero pengguna narkoba.

Mantan bupati Purwakarta itu menyebutkan, pendidikan wajib militer ini akan melibatkan TNI.

Sebelumnya, Dedi mengatakan, untuk merealisasikan rencananya ini, Pemprov Jawa Barat akan bekerja sama dengan Komando Daerah (Kodam) Militer III/Siliwangi dan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat. 

Baca juga: Profil Paus Benediktus XVI, Meninggal Usia 95 Tahun, Pernah Ikut Wajib Militer

Menurut dia, wajib militer akan ditujukan kepada anak-anak yang terlibat geng motor hingga perkelahian antarsiswa.

"Rencananya mereka yang tertangkap karena balapan liar di jalan kemudian terlibat geng motor, kena perkelahian antar pemuda antara siswa, kita akan masukkan wajib militer," ujar Dedi.

Dengan begitu kata Dedi, setelah mengikuti wajib militer, para siswa tidak akan lagi terlibat dalam geng motor serta tawuran.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News dan WhatsApp

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved