Berita Regional
Dedi Mulyadi Bongkar Anggaran Tak Wajar, Bangun Kelas Rp 60 M, Alat Telekomunikasi Rp 730 M
Dedi Mulyadi Bongkar Anggaran Tak Wajar, Bangun Kelas Rp 60 M, Alat Telekomunikasi Rp 730 M
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, kembali mengungkapkan adanya sejumlah anggaran yang tidak wajar di Provinsi Jawa Barat.
Salah satunya yang menjadi sorotan adalah anggaran pendidikan, di mana ada ketimpangan dalam anggaran bantuan pembangunan ruang kelas baru dengan anggaran untuk pembelian alat telekomunikasi sekolah.
Menurut Dedi bantuan anggaran untuk pembangunan ruang kelas baru adalah sebesar Rp 60 miliar.
Baca juga: Tak Hanya Pecat Kepsek SMA 6 Depok, Ini Perintah Dedi Mulyadi di Hari Pertama Jadi Gubernur Jabar
Namun, kata dia, di sisi lain, anggaran untuk pengadaan alat telekomunikasi sekolah justru jauh lebih besar, yakni Rp 730 miliar.
"Ada. Misalnya begini, bantuan membangun ruang kelas baru Rp 60 miliar, tapi anggaran pembelian alat telekomunikasi sekolah Rp 730 miliar. Itu kan aneh. Kelas belum ada perangkat, digital disiapin, aplikasi-aplikasi kita mulai hapuskan kalau enggak bermanfaat bagi kepentingan publik," ungkap Dedi, di Istana, Jakarta, Kamis (20/2/2025).
Selain itu, Dedi juga mengumumkan penghapusan anggaran untuk baju dinas Gubernur Jabar yang selama ini mencapai Rp 150 juta.
Dia menegaskan langkah ini sebagai bagian dari upaya efisiensi anggaran.
Beberapa anggaran lain yang dipangkas adalah anggaran kunjungan luar negeri yang sebelumnya sebesar Rp 1,5 miliar kini dihapuskan sepenuhnya.
Sementara itu, anggaran perjalanan dinas yang semula mencapai Rp 1,8 miliar dikurangi menjadi hanya Rp 700 juta.
Baca juga: Dedi Mulyadi Ikut Latihan Baris Berbaris Jelang Pelantikan, Sepatu Bersejarahnya Malah Rusak
"Anggaran kunjungan luar negeri Rp 1,5 miliar dinolkan, anggaran perjalanan dinas Rp 1,8 miliar disisain hanya Rp 700 juta," ujar dia.
Dedi menyebut, perjalanan ke luar negeri untuk kepentingan pemerintahan tidak lagi menjadi prioritas.
Ia juga meminta jajaran pemerintahannya untuk menghentikan kegiatan yang berkedok studi banding dan seminar yang dinilai tidak produktif.
"Untuk penuhi kebutuhan warga Jawa Barat, karena kegiatan begitu berpuluh tahun tak hasilkan apapun kecuali SPJ," kata Dedi.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com
Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News dan WhatsApp
Usulan Pemakzulan Dedi Mulyadi Akan Disampaikan ke DPRD Jabar, SP3JB Klaim Punya Argumen Kuat |
![]() |
---|
Fortinet Accelerate Asia 2025 Surabaya, Hypernet Technologies Perkuat Ekosisitem Keamanan Digital |
![]() |
---|
Tiga Bakteri Lolos Skrining Tim Gizi BGN, Jadi Penyebab Ratusan Siswa di Sleman Keracunan |
![]() |
---|
Kepala Desa Cianaga Ketahuan Bohong, Ibu Anak Tewas Karena Cacingan Bukan ODGJ |
![]() |
---|
Viral Guru di Lampung Ancam Cekik Siswa di Tengah Upacara |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.