Rabu, 6 Mei 2026

Efisiensi Anggaran

Curhat Karyawan KemenPU yang Kena PHK Imbas Efisiensi Anggaran, Menteri: Kontrak Habis

Curhat Karyawan KemenPU yang Kena PHK Imbas Efisiensi Anggaran, Menteri: Kontrak Habis

Tayang:
Penulis: Nuri Yatul Hikmah | Editor: Budi Sam Law Malau
Dokumentasi Tim Prabowo
PRABOWO BICARA ANGGARAN -- Presiden Prabowo Subianto yang juga Ketum Gerindra menyalami Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang merupakan Presiden ke 6 RI di acara silahturahmi Koalisi Indonesia Maju (KIM) di kediaman Prabowo di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/2/2025). Prabowo mengatakan dana penghematan hasil efisiensi anggaran akan dialihkan ke program seperti pemberian pupuk hingga perbaikan sekolah. (Dokumentasi Tim Prabowo) 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Mantan karyawan Kementerian Pekerjaan Umum (Kemen PU) Republik Indonesia non pegawai negeri sipil (PNS), menceritakan momen ketika dirinya terkena layoff atau pemutusan hubungan kerja (PHK) buntut efisiensi anggaran.

Menurut perempuan yang karib disapa Erdsa (25), efisiensi anggaran tersebut akan berjalan lancar apabila dilakukan secara bijak. 

Misalnya, kata dia, pemangkasan terhadap biaya gathering karyawan yang biasa diteken pada nominal fantastis.

Baca juga: Rano Karno Pastikan Program Bersama Pramono Anung Tidak Terganggu Efisiensi Anggaran

Akan tetapi, Erdsa menyampaikan bahwa yang dirinya rasakan selama menjadi karyawan Kemen PU adalah justru keseluruhan karyawan terimbas dampaknya.

"Mungkin kalau PNS enggak terlalu kena dampaknya ya, karena mereka kan punya anggarannya sendiri walaupun banyak yang akan dipotong," kata Erdsa saat memberikan keterangannya kepada Warta Kota, Senin (17/2/2025).

"Cuman buat kami tenaga pendukung ini agak nyesek loh karena kan gaji kami tuh dari anggaran pembelajaan juga kan, otomatis dengan efesiensi ini banyak dong teman-teman kami yang di PHK (pemutusan hubungan kerja)," imbuhnya.

Menurut Erdsa, selain dirinya, ada sekira 70 orang outsourcing Kemen PU yang diduga dirumahkan untuk menutupi pembiayaan lainnya.

Erdsa sendiri, mengaku mulai dirumahkan sejak Januari 2025 lalu.

"Jadi dari pada nambah personel buat di atas, kenapa enggak sejahterakan yang di bawah? Padahal yang di bawah itu krusial loh jobdesknya," ungkapnya.

Selain itu, sebelum terkena layoff, Erdsa menyampaikan ada beberapa fasilitas kantor yang dipangkas buntut efisiensi anggaran.

Misalnya, penjatahan air minum dan listrik di lorong-lorong ruangan.

"Jadi lebih gelap, tapi ini enggak apa-apa, pengurangan radiasi kan ya, cuman dari segala macam kengerian akibat fasilitas dikurangin, PHK lebih menyeramkan," katanya.

Baca juga: Presiden Prabowo Tegas Soal Efisiensi Anggaran, Ini Tanggapan Ahmad Dhani

Dia berharap, efisiensi ini bisa diterapkan sedemikian rupa dengan bijak, tanpa adanya tumpang tindih.

Sementara itu, Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo memberikan klarifikasinya secara publik lewat akun instagram resmi Kemen PU, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, hal itu bukan pengurangan hubungan kerja (PHK), melainkan sudah habis kontrak kerjanya.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved