Kamis, 7 Mei 2026

Polemik Pagar Bambu

Ada Dugaan Korupsi dan Kolusi, Mahfud MD Minta Aparat Penegak Hukum Selidiki Kasus Pagar Laut

Mahfud MD meminta agar proses penyelidikan tidak dimulai dari pemalsuan dokumen tapi lebih mengarah ke dugaan korupsi.

Tayang:
Penulis: Miftahul Munir | Editor: Feryanto Hadi
WARTA KOTA/MIFTAHUL MUNIR
MISTERI PAGAR LAUT - Mahfud MD sarankan proses penyelidikan pagar laut dilakukan atas dasar korupsi dan kolusi. Hal itu ia sampaikan saat hadiri acara Cap Go Meh di Glodok, Jakbar, Rabu (12/2/2025). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Miftahul Munir


WARTAKOTALIVE.COM, GLODOK - Aparat kepolisian dan TNI sudah turun tangan mencabut pagar laut ydi beberapa lokasi seperti di Jakarta Utara, Pakuhaji Tangerang, Banten dan Tarumajaya, Bekasi.

Selain itu, Kejaksaan Agung juga turut menyelidiki pemasangan pagar laut tersebut hingga adanya sertifikat dari pejabat desa setempat.

Mahfud MD menilai, apa yang dilakukam oleh Bareskrim Polri, TNI dan Kejagung adalah langkah yang bagus.

"Menurut saya, penyelidikan lebih dulu dan siapapun yang sudah diperiksa ini apakah itu pegawai BPN, apa itu KKP, Kades itu fokus kan ke arah korupsi, karena kolusi," kata Mahfud MD di Glodok, Rabu (12/2/2025).

Baca juga: Akhirnya, Kades Kohod Arsin Akui Palsukan Surat dan Dokumen untuk Pagar Laut Tangerang

Mantan Cawapres 2024 itu, ada dugaan permainan uang karena adanya pemberian sertifikasi atas kepemilikan laut.

Ia pun meminta agar proses penyelidikan tidak dimulai dari pemalsuan dokumen tapi lebih mengarah ke dugaan korupsi.

"Tidak ada kompensasi yang sifatnya korupsi sampe sesuatu yang jelas-jelas dilarang bisa diberi sertifikat, dari situ arahnya. Jangan ke pemalsuan dokumen, ya itu nanti akan dengan sendirinya," terangnya.

Menurut Mahfud, tindak pidana yang paling bahaya di Indonesia adalah korupsi dan kolusi.

"Bukan sekedar kriminil biasa, ini kejahatan terhadap negara," tegasnya.

Sebelumnya, publik sedang geger soal pagar laut yang melintasi perairan Kabupaten Tangerang sepanjang 30 kilometer (km) lebih.

Yang bikin penasaran adalah siapa yang memerintahkan pembuatan pagar laut tersebut.

Hingga kini sosok yang bertanggung jawab itu amsih misterius.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KP) pun masih menyelidiki siapa gerangan yang bertanggung jawab dalam pembuatan pagar laut ini. (m26)

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di WhatsApp.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News.

 

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved