Jumat, 24 April 2026

Makan Bergizi Gratis

Program MBG Didukung Forum Pemred SMSI, Hasan Nasbi: Bikin Anak yang Tidak Suka Sayur Jadi Suka

Program MBG Didukung Forum Pemred SMSI, Hasan Nasbi: Bikin Anak yang Tidak Suka Sayur Jadi Suka

Istimewa
Menyambut Hari Pers Nasional 2025, Forum Pemred Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menggelar diskusi bertajuk 'Bersama Mewujudkan Gizi Berkualitas untuk Generasi Emas Indonesia' di Kantor Dewan Pers, Jakarta Pusat, Rabu (22/1/2025). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Menyambut Hari Pers Nasional 2025, Forum Pemred Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) menggelar diskusi bertajuk 'Bersama Mewujudkan Gizi Berkualitas untuk Generasi Emas Indonesia' di Kantor Dewan Pers, Jakarta Pusat, Rabu (22/1/2025).

Ketua Panitia Ferry Edyanto mengatakan diskusi ini diisi oleh sejumlah narasumber yakni Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) RI, Hasan Nasbi dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana yang diwakili Sekretaris Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola yang merangkap sebagai Plt. Direktur Tata Kelola Pemenuhan Gizi, Ermia Sofiyessi. 

Selain itu, kata dia, juga hadir pegiat dapur umum masyarakat Papua Selatan yang juga mantan Bupati Merauke dua periode, Johanes Gluba Gebze, sebagai narasumber.

Acara ini kata Ferry didukung oleh Yayasan Gardu 08 Indonesia, Bank BRI, dan Dompet Dhuafa ini. 

Hasan Nasbi mengatakan, program makan bergizi gratis (MBG) adalah program strategis dan menjadi wajah bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. 

Menurut Hasan keberlangsungan program MBG ternyata memberikan sejumlah dampak positif bagi para pelajar.

Baca juga: VIDEO Kepala BGN Ungkap Jika Prabowo Gelisah Soal MBG, Ini Alasannya!

Bukan hanya pada pemenuhan gizi, tapi juga ada perbaikan kebiasaan sosial budaya diantara pelajar. 

Berdasarkan peninjauan langsung di sejumlah daerah, Hasan menemukan fenomena dimana banyak anak-anak yang mau belajar untuk mengantri hingga banyak sekolah yang kemudian menyediakan tempat cuci tangan. 

“Di beberapa tempat kita menemukan anak-anak belajar antri untuk mengambil makanan, mungkin kalau nggak ada ini, anak-anak nggak akan belajar antri, dan ini didesa-desa,” ucap Hasan. 

“Anak anak belajar membawa alat makan , tapi kalau dia nggak bawa makan, dia harus cuci tangan, jadi sekolah yang awalnya nggak menyediakan tempat cuci tangan, jadi menyediakan tempat cuci tangan,” sambungnya. 

Bahkan, Hasan mengatakan, adanya program MBG membuat banyak anak Indonesia yang kini menjadi menyukai sayuran. 

“Kemudian anak-anak yang awalnya nggak suka makan sayur, jadi suka makan sayur, karena ada temannya yang makan sayur,” ucap Hasan. 

Baca juga: VIDEO Respons Presiden Prabowo Soal Dana Zakat untuk Program MBG

Sementara itu, Plt. Direktur Tata Kelola Pemenuhan Gizi BGN, Ermia Sofiyessi, mengungkap bahwa pemerintah menargetkan 5000 dapur umum Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada tahun 2025. 

Dalam setiap SPPG, mempunyai tanggung jawab untuk mendistribusikan sebanyak 3000 paket MBG.

Sehingga nantinya ada 15 sampai 17,5 juta penerima manfaat untuk tahun ini. 

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved