Jumat, 15 Mei 2026

Berita Video

VIDEO Kepala BGN Ungkap Jika Prabowo Gelisah Soal MBG, Ini Alasannya!

Presiden RI Prabowo Subianto merasa gelisah karena masih terdapat banyak anak sekolah yang tidak mendapatkan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tayang:
Penulis: Alfian Firmansyah | Editor: Fredderix Luttex

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengatakan, Presiden RI Prabowo Subianto merasa gelisah karena masih terdapat banyak anak sekolah yang tidak mendapatkan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal ini disampaikan oleh Dadan, usai bertemu dengan rapat dengan Presiden RI Prabowo Subianto, di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (17/1/2025) sore.

Dadan berujar, kegelisahan itu lantas membuat Prabowo mengumpulkan kepala lembaga hingga menterinya, untuk memecahkan masalah bersama demi percepatan penetrasi MBG.

"Kenapa Pak Presiden gelisah, karena banyak anak yang belum mendapatkan. Itu artinya, beliau sedang memikirkan untuk mempercepat proses ini," tuturnya. 

Kemudian Dadan menuturkan, kegelisahan Prabowo itu muncul lantaran banyak laporan anak-anak yang belum menjadi penerima manfaat MBG. 

Bahkan kata dia, masih banyak anak-anak yang melapor ke orang tuanya, bahwa di sekolahnya belum tersedia program makan bergizi gratis.

Baca juga: 14 Gerai UMKM Ikuti Bazar di Stasiun Indonesia KCIC, 3 UMKM Diantarannya Binaan PLN

"Bahkan yang baru berumur 5 tahun mengatakan 'Ibu kenapa saya belum dikasih makan oleh Bapak Prabowo, sementara teman-teman saya sudah'. Jadi ini satu hal yang mengusik kalbu beliau," jelasnya. 

Dengan demikian, pihaknya dikumpulkan untuk melakukan proses percepatan.

Adapun pihak-pihak lintas sektoral yang terlibat, antara lain Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Pertahanan, TNI/Polri, Menteri Desa, Menteri Koperasi, Menteri UMKM, Menteri Keuangan, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri BUMN. 

Baca juga: 10 Hari Berjalan, Makan Bergizi Gratis Sudah Disalurkan ke 650 Ribu Penerima

Lanjut Dadan, demi percepatan, seluruh pihak sepakat untuk mendukung maupun mengeluarkan lperaturan yang mendukung MBG. Termasuk, rencana penambahan anggaran sekitar Rp 100 triliun pada September 2025 untuk menjangkau 82,9 juta penerima. 

"Sehingga di akhir 2025, 82,9 juta itu bisa segera mendapatkan manfaat.Itu artinya, pasti beliau sedang memikirkan tambahan anggaran. Kalau dari hitungan Badan Gizi, kalau tambahan itu terjadi di September, sebetulnya Rp 100 triliun suudah cukup untuk memberi makan 82,9 juta," tandasnya. (m32)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved