pagar laut
Puluhan Rumah Nelayan Rusak, Tembok Retak Imbas Pembangunan Pagar Laut di Bekasi
Publik sedang menyorot pembangunan pagar laut di Tangerang dan Bekasi, sebab nelayan merasakan dampaknya.
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Valentino Verry
WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI - Puluhan bangunan rumah nelayan rusak imbas pembanguban alur pelabuhan atau pagar laut di Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.
Kerusakan karena kendaraan truk pengangkut tanah yang hilir mudik membuat bangunan rumah warga disekitar lokasi menjadi retak.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, setidaknya 20 rumah terdampak dan mengalami kerusakan ringan.
Rio Aryanto (25) mengatakan, rumah yang tinggal tak jauh dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Paljaya alami kerusakan.
Baca juga: Ngambek! Pemilik Pagar Laut di Bekasi Berencana Serang Balik Usai Asetnya Disegel KKP
Dinding rumah, lantai dan atapnya retak akibat getaran kendaraan truk-truk besar yang lewat menuju ke lokasi pembanguban.
"Awal mulanya kan ada kegiatan dibelakang pengerukan sungai dampak akibat getaran truk-truk besar angkutan bawa urugan tanah. Dampaknya ke rumah-rumah pada retak semua," ucap Rio pada Jumat (17/1/2025).
Menurutnya, ketika pembangunan masih berlangsung, hampir 24 jam truk-truk pembawa tanah ini melintas. Selain berdampak pada dinding rumahnya yang retak, atap rumahnya yang terbuat dari asbes juga menjadi bergeser.
Baca juga: PT TRPN Geram dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Nama Baik Tercoreng Usai Pagar Laut Disegel
"Sehari truk yang lalu lalang bisa sampai 10 sampai 15 truk. Iya truk bawa-bawa tanah siang malam," tambahnya.
Kondisi retaknya dinding itu, lanjut Rio, sudah terjadi sejak enam bulan yang lalu. Terakhir, truk-truk pengangkut tanah itu beroperasi pada bulan November 2024.
Selain menimpa rumahnya, getaran-getaran yang ditimbulkan oleh truk juga berdampak ke rumah warga lainnya.
"Ada sekitar 15 sampai 20 rumah rusak gara-gara itu," imbuhnya.
Kondisi yang sama juga diungkapkan oleh Mustafa (41) yang rumahnya rusak.
Dia bersama warga lainnya sempat meminta ganti rugi kepada pihak perusahaan. Namun pihak perusahaan hanya memberikan semen berjumlah satu sak ke setiap rumah terdampak.
Sebelum adanya pengerjaan pembangunan rekonstruksi pelabuhan ini, warga sekitar juga tidak diberi sosialisasi bahwa akan ada truk tanah berlalu lalang. Sampai saat ini, dinding rumahnya yang retak belum diperbaiki karena terkendala biaya.
"Kalau cuma semen satu sak mana cukup. Ke warga lain juga sama, sebagian ada yang nerima ada yang engga juga," tutup Mustafa.
Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News
Ikuti saluran WartaKotaLive.Com di WhatsApp: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaYZ6CQFsn0dfcPLvk09
| Penyelesaian Pagar Laut Tangerang Mengecewakan, Mahfud MD Duga Benturan Oligarki dan Politisi |
|
|---|
| Penahanan Kepala Desa Kohod Terkait Pagar Laut di Tangerang Ditangguhkan, Polisi Ungkap Alasannya |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Bareskrim Tetapkan 9 Tersangka Kasus Pagar Laut di Tarumajaya Bekasi |
|
|---|
| Kades Kohod Ingin Jalani Puasa Ramadan Bareng Keluarga, Kini Ajukan Penangguhan Penahanan |
|
|---|
| Bareskrim Polri Tingkatkan Kasus Pemalsuan 93 SHM Pagar Laut Bekasi ke Penyidikan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Warga-tunjukkan-rumah-rusak-imbas-pagar-laut-di-Bekasi.jpg)