Pilkada
Poltracking Marah Lembaganya Dicatut Soal Survei Acep-Gina di Pilkada Karawang
Kampanye untuk Pilkada Karawang sedikit memanas, karena beredar hasil survei palsu yang mengatasnamakan Poltracking.
Penulis: Muhammad Azzam | Editor: Valentino Verry
WARTAKOTALOIVE.COM, KARAWANG - Lembaga Survei Poltracking Indonesia memastikan hasil survei terkait dengan pasangan calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada 2024 di Kabupaten Karawang, Jawa Barat, merupakan hoaks atau bohong, Minggu (27/10/2024).
Poltracking menegaskan tidak pernah melakukan survei tersebut, dan siap mengambil langkah karena merasa dirugikan.
"Kami tidak pernah melakukan, bahkan merilis survei terkait pasangan calon pada Pilkada Karawang untuk periode survei 1-7 September 2024," kata Direktur Komunikasi Poltracking Indonesia, Muhammad Aditya Pradana, Senin (28/10/2024).
Hal itu disampaikan terkait beredarnya hasil survei atas nama lembaga survei Poltracking Indonesia terkait pasangan calon Pilkada 2024 di Karawang.
Baca juga: Mari Fitriana Resah Golput Membengkak saat Pilkada Karawang, Gercep Sosialisasi di Kampus-kampus
Baca juga: Angkanya Capai 605.568, Pemilih Generasi Milenial Dominasi Pilkada Karawang 2024
Dalam hasil survei yang mencatut nama lembaga survei Poltracking Indonesia yang beredar di sejumlah kanal media sosial, terpampang kalau pasangan Acep Jamhuri-Gina Fadlia Swara unggul pada pilkada Karawang.
Dalam hasil survei yang disebutkan dilaksanakan pada 1-7 September 2024 itu, raihan pasangan Acep Jamhuri-Gina Swara mencapai 56,9 persen.
Kemudian pasangan calon bupati dan wakil bupati Karawang Aep Syaepuloh-Maslani mencapai 34,3 persen.
Sementara yang tidak tahu atau tidak menjawab 10,8 persen.
Aditya kembali menegaskan, kabar tersebut merupakan hoaks, karena Poltracking tidak pernah melakukan survei terkait dengan pasangan calon bupati dan wakil bupati pada Pilkada 2024 di Karawang.
Survei yang dilakukan Poltracking terkait Pilkada di Karawang hanya dilakukan pada Mei 2024.
Itupun dalam surveinya belum ada simulasi pasangan calon.
"Kamu sangat menyayangkan pihak-pihak tertentu yang melakukan pencatutan lembaga Poltracking Indonesia," imbuhnya.
Terkait hal itu, kata Aditya, pihaknya akan mengambil langkah tegas.
Sebab, itu merupakan pencatutan nama lembaganya.
"Belum terpilih saja sudah berbohong, bagaimana jika terpilih. Hoak ini, penggiringan opini publik," ucapnya.
"Kami merasa sangat dirugikan, dan kami akan ambil langkah tegas, terutama jika ada paslon yang terbukti memainkannya," imbuhnya.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News
Ikuti saluran WartaKotaLive.Com di WhatsApp: https://www.whatsapp.com/channel/0029VaYZ6CQFsn0dfcPLvk09
Pilkada
Pilkada Karawang
Poltracking
survei
Acep-Gina
Direktur Komunikasi Poltracking Indonesia Muhammad
dicatut
| PSU Pilkada Papua Sengit, Dua Paslon Klaim Menang, Ini Perolehan Suara Versi QC |
|
|---|
| Gubernur Kalsel Muhidin Tanggapi Denny Indrayana Soal Hasil PSU Banjarbaru |
|
|---|
| Delapan Daerah Gelar Pemungutan Suara Ulang, Mulai dari Kota Banjarbaru Sampai Bengkulu Selatan |
|
|---|
| Senin Majelis Hakim MK Putus Sengketa Pilkada Bungo, Ini Bukti Kecurangan yang Terungkap |
|
|---|
| Jelang Dilantik Prabowo Subianto, Sejumlah Pejabat Sudah Tiba di Istana Kepresidenan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/muhammad-aditya-pradana.jpg)