Selasa, 5 Mei 2026

Judi Online

Sequis Ingatkan Bahaya Pinjaman Online dan Judi Online Bagi Generasi Muda

Sequis Ingatkan Bahaya Pinjaman Online dan Judi Online Bagi Generasi Muda

Tayang:
Istimewa
ilustrasi bahaya pinjol dan judol bagi Gen Z. Sequis Ingatkan Bahaya Pinjaman Online dan Judi Online Bagi Generasi Muda 

“Mengelola pendapatan dapat dimulai dengan langkah sederhana," kata Yan.

Baca juga: Jumlah Anak Main Judi Online Tinggi, Pramono Anung Sebut Pemprov Jakarta Hanya Berwenang Edukasi

Yakni, menurutnya dengan memprioritaskan anggaran untuk kebutuhan utama dahulu, menyisihkan pendapatan untuk dana darurat sehingga jika ada keperluan mendadak tidak perlu meminjam, dan fokus meningkatkan aset dengan berinvestasi yang terencana dan jangka panjang serta melakukan mitigasi finansial melalui asuransi jiwa dan kesehatan.

Asuransi jiwa dan asuransi kesehatan kata dia adalah bagian dari perencanaan keuangan karena bermanfaat melindungi kondisi finansial dari kerugian tidak terduga, seperti sakit, kecelakaan, dan kematian.

Asuransi kesehatan, misalnya, menurut Yan akan berguna saat harus membayar biaya perawatan rumah sakit yang nilainya cenderung besar dan memaksa mencari pinjaman.

Sequis Q Infinite MedCare Shield Rider (IMC Shield) dari Sequis kata dia hadir dengan premi terjangkau.

Di mana pasien bisa mengoptimalkan masa penyembuhan karena saat perawatan medis bisa mendapat kamar dengan 1 tempat tidur dan manfaat asuransinya hingga Rp12 miliar per tahun.

Yan kembali menekankan pada perlunya berhati-hati saat akan berutang.

Baca juga: Beli Situs Judi Online Sebesar Rp 8 Juta, Justin dapat Keuntungan Puluhan Juta per Bulan

Terutama pinjaman online karena selain mengancam keuangan juga karena utang di lembaga jasa keuangan akan tercatat di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK.

Jika utang tidak terkendali, menurut Yan akan menurunkan skor kredit dan sulit mengakses fasilitas kredit, seperti KPR atau KTA.

"Banyak juga perusahaan sudah menggunakan riwayat kredit calon karyawan dalam proses rekrutmen," kata dia.

Lagipula, menurut Yan pinjaman ilegal berpotensi membuat data pribadi seperti KTP, NPWP, data bank, no telepon tersebar luas dan disalahgunakan untuk pencurian identitas atau penipuan.

Ikuti saluran WartaKotaLive.Com di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaYZ6CQFsn0dfcPLvk09

Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News 

 

Sumber: WartaKota
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved