Sabtu, 11 April 2026

Pengobatan Keputihan akibat Infeksi Bakteri Bisa Dilakukan dengan Peranan Probiotik

Pengobatan bacterial vaginosis (BV) atau infeksi bakteri bisa dilakukan dengan pemberian antibiotik oleh dokter, dalam dosis dan jangka waktu tertentu

Editor: Junianto Hamonangan
Istimewa
Kolaborasi dilakukan dengan memberikan edukasi kepada bidan terkait peranan probiotik sebagai upaya preventif untuk berbagai penyakit, sehingga peranan bidan bisa lebih luas lagi untuk masyarakat.  

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Keputihan tampaknya sederhana, tapi ternyata dampaknya bisa begitu besar.

Penyebab keputihan patologis utamanya ada tiga, yaitu infeksi bakteri (bacterial vaginosis), infeksi jamur (candidiasis), dan infeksi oleh parasit Trichomonas (trichomoniasis).

Hal ini disebut Dekan Fakultas Kedokteran Universitas HKBP Nommensen, Dr. dr. Leo Simanjuntak, Sp.OG, dalam diskusi ilmiah di Pertemuan Ilmiah Tahunan Ikatan Bidan Indonesia (PIT IBI) 2024. 

“Bacterial vaginosis atau BV saat kehamilan masih menjadi persoalan karena meningkatkan risiko abortus, persalinan prematur, dan infeksi di masa nifas,” jelas dr. Leo dalam keterangan, Sabtu (19/10/2024). 

Berdasarkan penelitian dr. Leo, angka keputihan pada ibu hamil di Medan mencapai 44 persen, lebih tinggi dari populasi perempuan pada umumnya yaitu 40,7 % .

Faktor risiko utama terjadinya BV yaitu vaginal douching atau mencuci vagina.

“Secara anatomi, vagina adalah organ reproduksi bagian dalam. Mencuci vagina itu artinya mencuci sampai dalam; ini tidak dianjurkan,” ujar dr. Leo.

Yang harus dicuci bersih itu bagian luar kemaluan atau bibir vagina (labia). “Cuci vagina hanya boleh dalam kondisi tertentu, dan dilakukan oleh tenaga medis,” imbuhnya.

Ia melanjutkan, vagina adalah self-cleansing organ atau organ yang bisa membersihkan dirinya sendiri.

Baca juga: Ridwan Kamil Belajar Main Lenong dari Haji Bolot dan Malih, Nyablak ala Betawi hingga Baca Pantun

“Di liang vagina banyak bakteri. Dalam kondisi normal, flora vagina 90 % didominasi oleh bakteri bermanfaat yang disebut Lactobacillus. Bila keseimbangan ini terganggu, bakteri anaerob yang bersifat patogen bisa mendominasi, dan terjadilah BV,” papar dr. Leo.

Mengapa BV bisa memicu terjadinya abortus dan persalinan prematur?

“Infeksi akan menimbulkan peradangan. Peradangan inilah yang menyebabkan kontraksi prematur pada rahim, sehingga hasil kehamilan bisa keluar,” terang dr. Leo. 

Disebut abortus bila usia kehamilan <28>28 minggu tapi belum waktunya yaitu usia kehamilan belum mencapai 37 minggu.

Selain itu, infeksi BV juga bisa naik hingga ke organ reproduksi yang lebih dalam dan mengakibatkan terjadinya koriamnionitis ataupun endometritis. 

Koriamnionitis adalah infeksi serius intra-amnion yang terjadi pada rahim, kantung ketuban, bahkan bisa mengenai janin. Adapun endometritis adalah infeksi pada lapisan dinding rahim.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved