Stunting

Tekan Stunting, Pemanfaatan Biokteknologi Dilakukan untuk Pengembangan Protein dan Lemak Hewani

Berbagai upaya terus dilakukan untuk menekan angka stunting atau kekurangan gizi akibat minimnya asupan gizi di Indonesia salah satunya bioteknologi.

Istimewa
Diskusi tentang penanganan stunting di Indonesia ditutup dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Future Lestari dan Simple Planet. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Berbagai upaya terus dilakukan untuk menekan angka stunting atau kekurangan gizi akibat minimnya asupan gizi di Indonesia. 

Salah satunya dengan menggelar dialog kolaboratif antara perwakilan dari pemerintah Indonesia dengan perwakilan perusahaan dari Korea Selatan.

Dialog bertema 'Kesiapan Bioteknologi di Indonesia : Tantangan, Peluang dan Menuju Masa Depan' digelar di Meradelima, Adityawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. 

Peneliti Senior Bidang Biologi Molekular dari BRIN, Bahagiawati Amir Husin yang menjadi pembicara menyatakan pemerintah saat ini berusaha agar anak-anak Indonesia bisa mendapatkan protein yang cukup. 

"Untuk stunting yang penting adalah memberikan protein yang cukup. Protein itu bisa datang dari susu, daging-dagingan seperti daging ayam," jelas Bahagiawati lewat keterangan, Sabtu (12/10/2024).

Untuk menekan angka stunting, Bahagiawati juga menyarankan bahwa ibu hamil dan anak-anak memenuhi asupan mineral dan vitamin.

Hal tersebut bisa didapatkan dengan merakit zinc dan besi yang tinggi agar nutrisi perkembangan otak dan perkembangan anak-anak nanti bisa dicapai.

Baca juga: Penangan Stunting di Empat Kota, Alfamidi Tingkatkan Gizi Puluhan Balita Selama Enam Bulan

Bahagiawati antusias dengan biokteknologi yang ditawarkan oleh perusahaan Korea Selatan mengingat teknologi pangan tersebut dapat menekan angka stunting

"Hal yang utama bagi negara kita itu sebetulnya stunting bisa jadi karena kekurangan konsumsi hewani," ungkap Bahagiawati. 

CEO of Simple Planet and S&S Lab Dominic Jeong mengatakan para ahli dari perusahaannya akan segera datang ke Indonesia untuk melakukan pengembangan protein dan lemak hewani dari sel hewan. 

"Kami berfokus untuk mengatasi masalah kelaparan, malnutrisi atau kekurangan gizi dan ingin menyelesaikan masalah perubahan iklim," ungkap Dominic

Adapun dipilihnya Indonesia menurut Dominic, pihaknya percaya bahwa populasi di Indonesia akan terus bertambah.

Indonesia di mata Dominic akan menjadi salah satu negara terbesar dalam hal ekonomi dan bisnis secara global dan pihaknya ingin ikut serta memperluas perusahaannya ke Indonesia.

"Visi jangka panjang kami untuk Simple Planet adalah mengatasi masalah kelaparan dan nutrisi. Untuk S&S Lab, kami ingin menyelesaikan masalah teknologi dan inovasi, yang berarti ada banyak teknologi bagus yang belum ditemukan," tuturnya. 

Director of Future Lestari Cynthia Krisanti mengatakan Future Lestari menganggap pertemuan tersebut menjadi sebuah langkah solusi dibidang nutrisi.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved