Berita Jakarta
Tekan Kasus DBD di Jakarta, Pemprov DKI Lepas Nyamuk Aedes Aegypti Ber-Wolbachia
Pemprov DKI Jakarta bersama Kemenkes melepas nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia yang disebar di RW 07 Kelurahan Kembangan Utara.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Mochamad Dipa Anggara
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Repubik Indonesia (RI) melepas nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia.
Tahap awal, nyamuk ini akan disebar di wilayah padat penduduk di RW 07 Kelurahan Kembangan Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, pada Jumat (4/10/2024) lalu.
Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono beberapa waktu lalu mengimbau agar warga senantiasa menjaga kebersihan dan melakukan 3M Plus.
“Masyarakat bersama-sama melakukan 3M Plus, yaitu Menguras penampungan air, Menutup tempat penampungan air, serta Mendaur ulang barang yang berpotensi menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti pembawa virus DBD,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Ani Ruspitawati menambahkan, selain melakukan 3M Plus bersama warga, Pemprov DKI juga melepas nyamuk ber-wolbachia untuk menekan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi di Jakarta.
Pelepasan nyamuk itu juga dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari Kementerian Kesehatan RI, organisasi Kesehatan, dan masyarakat.
"Kecamatan Kembangan memiliki kepadatan penduduk yang cukup tinggi, warga masyarakatnya dikenal guyub dan suka bergotong royong, sehingga secara prinsip warga di sini menerima dengan baik pelepasan nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia," ujar Ani, Jumat (4/10/2024).
Ia menjelaskan, Kecamatan Kembangan dipilih sebagai lokasi pertama pelepasan nyamuk ber-Wolbachia karena memiliki angka DBD tertinggi pada 2023 dengan insidents rate 54,1 per 100.000 penduduk.
Pemerintah juga akan mengajak masyarakat mendukung program ini, dengan berpartisipasi aktif sebagai Orang Tua Asuh (OTA) yang akan dititipkan ember berisi telur nyamuk ber-Wolbachia.
Tentunya, lanjut dia, ada pendampingan dari petugas agar masyarakat memahami cara-cara perkembangbiakan jentik dan memantau keberhasilannya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Yudhi Pramono mengatakan, Wolbachia merupakan bakteri alami yang umum ditemukan di hewan arthropoda atau serangga yang mampu menghambat replikasi virus Dengue di dalam tubuh nyamuk.
"Penelitian di Yogyakarta membuktikan, teknologi ini mampu menurunkan 77 persen angka kejadian kasus Dengue dan mengurangi pasien masuk rumah sakit sebesar 86 persen," ungkap Yudhi.
Ia menambahkan, Kementerian Kesehatan RI telah mengadopsi teknologi Wolbachia dengan melakukan pilot project di lima kota, yaitu Semarang, Jakarta Barat, Bandung, Kupang, dan Bontang.
"Saya berharap, pilot project teknologi Wolbachia di Kota Administrasi Jakarta Barat bisa menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa pengendalian Dengue dapat berhasil bila menjadi komitmen bersama antara Pemerintah Pusat dan Daerah, serta stakeholder terkait," ujar Yudhi.
Kementerian Kesehatan RI juga menyampaikan terima kasih kepada jajaran Pemprov DKI Jakarta yang telah mendukung program inovasi penanggulangan Dengue, serta kepada Universitas Gadjah Mada Yogyakarta yang sudah menyiapkan dukungan, seperti penyediaan telur ber-Wolbachia, hingga ember Wolbachia sebanyak 30.000 buah untuk OTA.
nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia
pelepasan nyamuk Aedes aegypti ber-Wolbachia
RW 07 Kelurahan Kembangan Utara
Demam Berdarah Dengue (DBD)
KAI Daop 1 Jakarta Pastikan Tiket Promo Merdeka Kereta Api Jarak Jauh Masih Tersedia |
![]() |
---|
Sinergi Kemenkum DK Jakarta dan Pemkot Jaksel Bentuk Posbankum dan Koperasi Kelurahan Merah Putih |
![]() |
---|
Jakpro dan Warga Eks Kampung Bayam Aktif Komunikasi Bahas Kesiapan Hunian Kampung Susun Bayam |
![]() |
---|
Bank DKI Berperan Membangun Ekonomi Jakarta, Kadin: Pengosongan Rekening Hanya Merugikan Masyarakat |
![]() |
---|
Pengacara Sebut Lisa Mariana Pernah Menginap Bersama Ridwan Kamil di Sebuah Hotel di Palembang |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.