Rabu, 22 April 2026

Pilkada Jakarta

Kubu Pramono Anung-Rano Karno Optimistis Elektabilitas Terus Naik

Dalam survei terbaru Charta Politika pada 19-25 September 2024, elektabilitas Pramono-Rano meningkat menjadi 36,50 persen

Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti
Ketua Tim Pemenangan Pramono Anung-Rano Karno, Lies Hartono alias Cak Lontong saat menggelar konferensi pers di Posko Pemenangan Pram-Rano, Jakarta Pusat, Kamis (3/10/2024). 

Sebaiknya, kata dia, mereka untuk saling beradu gagasan, visi-misi dan program-program yang ditawarkan ke masyarakat Jakarta.

"Debat itu kan tujuannya memberikan kesempatan pada calon bersama sama untuk membahas sebuah tema besar yang tujuannya pesan apa yang ingin disampaikan ke warga Jakarta," ujar dia.

"Kalau tujuan kita hanya ingin saling jegal, apa lagi ada yang punya niat untuk memalukan pasangan lain dengan cara itu tadi, dengan menggunakan istilah-istilah yang secara awam hanya dia yang tadi, berharap pasangan lain gak tahu , saya kira itu kan sangat tidak edukatif untuk masyarakat," tambah dia.

Cak Lontong menegaskan, debat merupakan kesempatan bagi pasangan calon yang bertarung di Pilkada untuk unjuk gigi ke masyarakat, bukan justru menjatuhkan dengan cara-cara pengunaan istilah menyulitkan.

"Kita bukan ingin menunjukkan kita lebih pintar, enggak, kita ingin tunjukkan bahwa anda pilih dengan benar pada apa yang apa kita sampaikan," jelas dia.

Persiapkan diri jelang debat

Calon Gubernur Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung, memastikan dirinya dan Rano Karno mempersiapkan diri untuk pelaksanaan debat pada 6 Oktober 2024.

Menurutnya, berbagai diskusi dilakukan guna mematangkan materi debat.

“Tentunya saya sudah mempersiapkan diri dan secara materi tidak ada yang buat saya merasa baru, karena selama ini di pemerintahan selama dua periode (Sekretaris kabinet) saya menyiapkan,” ucap Pramono, Rabu (2/10/2924).

Pramono juga mengaku tak akan menggunakan istilah atau sebuah singkatan dalam memaparkan gagasannya.

Seperti diketahui, penggunaan singkatan dalam debat menjadi sorotan setelah Gibran Rakabuming melakukannya saat debat pilpres.

Apa yang dilakukan Gibran, dinilai sebuah langkah jebakan untuk lawan debat

“Iya saya akan lebih mengutamakan yang namanya debat itu jangan bertanya singkatan karena bagaimana pun kalau cuman bertanya singkatan ya enggak semua orang pasti hafal akan singkatan itu. Yang namanya singkatan juga bisa dibuat buat. Jadi lebih baik substansinya gagasannya, idenya bagaimana cara penyelesaiannya, itu lebih substansi,” jelas mantan Sekretaris Kabinet itu. 

Dia mengklaim, sudah berkomunikasi dengan dua mantan Gubernur Jakarta jelang debat pertama. Dua sosok itu ialah Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Ia mengaku, telah mempelajari program-program Anies dan Ahok selama keduanya menjabat sebagai Gubernur Jakarta.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved