Rabu, 29 April 2026

Gempa Bumi

BPBD DKI Ingatkan Gempa Megathrust Bukan Bencana Biasa, Ini yang Harus Dilakukan Bila Terjadi

Gempa Megathrust Ditegaskan BPBD DKI Jakarta Bukanlah Bencana Biasa, Ini yang Harus Dilakukan Apabila Bencana Alam itu Terjadi

Tayang:
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dwi Rizki
Kompas.com
Peta Megathrust atau lempeng tektonik Indo-Australia 

Berdasarkan lokasi pusat gempa bumi, kedalaman dan data mekanisme sumber dari BMKG dan GFZ Jerman, maka kejadian gempa bumi ini diakibatkan oleh aktivitas sesar aktif. 

Menurut data Badan Geologi, sebaran permukiman penduduk yang terlanda guncangan gempa bumi sebagian besar terletak pada Kawasan Rawan Bencana (KRB) gempa bumi menengah. Kejadian gempa bumi ini tidak menyebabkan tsunami karena lokasi pusat gempa bumi terletak di darat.

Menurut informasi dari lokasi setempat, gempa bumi ini telah mengakibatkan bencana berupa kerusakan ringan rumah penduduk di Desa Cikembang, Cibeureum, Tarumjaya, Kabupaten Bandung serta di Garut.

Menurut data BMKG guncangan gempa bumi dirasakan dengan skala intensitas III-IV MMI (Modified Mercalli Intensity) di daerah Majalaya, Kab. Bandung, skala III MMI di Banjaran, dan skala II-III MMI di Lembang, Parongpong, Kab. Bandung Barat, Baleendah, dan Garut. 

"Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, mengikuti arahan dari petugas BPBD setempat, tetap waspada dengan kejadian gempa bumi susulan, dan jangan terpancing oleh isu yang tidak bertanggung jawab mengenai gempa bumi dan tsunami," katanya.

Bagi masyarakat yang rumahnya mengalami kerusakan agar mengungsi ke tempat aman. Bangunan di Kabupaten Bandung harus dibangun menggunakan konstruksi bangunan tahan gempa bumi guna menghindari dari risiko kerusakan dan harus dilengkapi dengan jalur serta tempat evakuasi.

Oleh karena Kabupaten Bandung tergolong rawan gempa bumi, maka harus ditingkatkan upaya mitigasi melalui mitigasi struktural dan mitigasi non struktural.

Kejadian gempa bumi ini diperkirakan tidak berpotensi mengakibatkan terjadinya sesar permukaan dan bahaya ikutan berupa retakan tanah, penurunan tanah, gerakan tanah dan likuefaksi.

Berdasarkan informasi dari BMKG, episenter gempa bumi berada di darat pada koordinat 7,19°LS – 107,67°BT, berjarak sekitar 24 km Tenggara Kab. Bandung, dengan magnitudo (M 5,0) pada kedalaman hiposenter 10 km.

Menurut data GeoForschungsZentrum (GFZ), Jerman, lokasi pusat gempa bumi berada pada koordinat 7,24°LS dan 107,52° BT dengan magnitudo 5,3 mb dan kedalaman 10 km.

Empat Rumah dan Satu Sekolah di Garut Rusak

Gempa bumi yang mengguncang wilayah Kabupaten Garut menyebabkan kerusakan terhadap rumah warga. 

Gempa berkekuatan 5.0 magnitudo tersebut terjadi pukul 09.41 WIB, berlokasi di 21 kilometer Barat Daya Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (18/9/2024). 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut Aah Anwar Saefuloh mengatakan telah terjadi kerusakan akibat gempa tersebut. 

"Ada sejumlah kerusakan di Kecamatan Pasirwangi, rumah dan sekolah," ujarnya kepada awak media. 

Ia menuturkan, dari hasil pemantauan hingga siang ini, pihaknya mencatat terdapat 4 rumah yang mengalami kerusakan. 

Sedangkan untuk sekolah, pihaknya mencatat terdapat 1 sekolah dasar yang mengalami kerusakan. 

"Kerusakannya ringan, kita sedang melakukan assesment ke lokasi," ungkapnya. 

Aah menjelaskan, meski demikian saat ini tidak ada laporan mengenai korban akibat gempa tersebut. 

Pihaknya bersama unsur terkait saat ini sedang melakukan pemantauan lanjutan mengenai dampak dari gempa bumi itu. 

"Hingga pukul 11.00 WIB tadi, tidak ada lagi laporan masuk soal kerusakan," ujarnya. 

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News

Ikuti saluran WartaKotaLive.Com di WhatsApp


 

Sumber: WartaKota
Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved