Kesehatan
Pentingnya Asam Amino untuk Proses Pemulihan Olahraga
Lomba lari yang kerap diadakan terutama di akhir pekan masih banyak diminati. Bahkan sudah menjadi gaya hidup sebagian orang. Simak tipsnya.
Penulis: LilisSetyaningsih | Editor: Irwan Wahyu Kintoko
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Lomba lari yang kerap diadakan terutama di akhir pekan masih banyak diminati.
Bahkan sudah menjadi gaya hidup sebagian orang.
Setiap akan mengikuti pertandingan dilakukan persiapan bahkan dengan pelatih terlatih untuk mendapatkan hasil terbaik.
Baca juga: Meriam Bellina Pernah Alami Patah Tulang Saat Olahraga, Ini Caranya Supaya Tetap Sehat dan Bugar
Persiapan dilakukan baik dari segi skill dan nutrisi agar mampu menampilkan performa terbaik saat mengikuti lomba.
Salah satu zat penting adalah asam amino.
Asam amino merupakan senyawa organik penyusun zat gizi protein yang memiliki fungsi sangat penting bagi tubuh, terutama ketika berolahraga.
Baca juga: Ini 3 Bentuk Tubuh Bawaan, Sesuaikan Pola Makan dan Olahraga untuk Mendapatkan Kebugaran
Untuk para penggiat olahraga (sport enthusiast), asam amino diperlukan untuk membantu proses pemulihan otot dan mengurangi kelelahan setelah berolahraga.
Emilia E Achmadi MS, Clinical Dietitian-Sport Nutritionist, menjelaskan, bagaimana memaksimalkan proses pemulihan dalam aktivitas olahraga dan sebagai persiapan bagi para peserta yang akan mengikuti race (running competition).
"Aktivitas olahraga dengan intensitas tinggi seperti berlari jarak jauh memerlukan energi yang berkelanjutan untuk membantu mereka melewati latihan yang panjang," kata Emilia saat dalam Workshop bertema Training-Fueling-Recovery pada acara Road to Garmin Run Indonesia 2024.
Baca juga: 10 Ekspektasi Realistis Olahraga untuk Hidup Lebih Sehat
"Salah satu kesalahan terbesar yang dibuat oleh para sport enthusiast adalah tidak melakukan proses pemulihan dengan benar dan tidak memberikan waktu cukup setelah sesi latihan maupun race," lanjutnya.
Efeknya, mereka berpotensi mengalami nyeri otot berkepanjangan, penurunan performa dalam aktivitas fisik, dan cedera.
"Hal yang saya sebutkan tadi bisa terjadi karena kita tidak memperhatikan energi sistem tubuh, namun kita mau lebih dalam aktivitas running," kata Emilia E Achmadi MS.
Baca juga: Selain Olahraga dan Pola Hidup Sehat, Begini Cara Kirana Larasati Penuhi Kebutuhan Serat dalam Tubuh
"Oleh karena itu penting bagi sport enthusiast mengetahui bagaimana energi sistem itu bekerja," imbuhnya.
Sebenarnya hal dasar yang perlu diperhatikan dalam energi sistem itu adalah asupan yang masuk ke tubuh kita, atau analogi mudahnya adalah bahan bakar apa yang tubuh kita perlukan untuk menghasilkan energi.
Untuk memberikan bahan bakar yang tepat, pola makan yang sesuai harus diformulasikan dan diterapkan selama masa persiapan menuju satu race dan tidak lupa hidrasi tubuh juga penting.
Baca juga: Naomi Zaskia Rutin Olahraga Disela Rutinitas Bekerja di Lokasi Syuting, dari Pilates hingga Boxing
| Kapan Anak Perlu Suplemen Zat Besi? Ini Penjelasan Dokter |
|
|---|
| Bukan Sekadar Masalah Estetika, Kenali Gejala Varises dan Tangani Sebelum Terlambat |
|
|---|
| Faktor Genetik Pengaruhi Risiko Jantung dan Tekanan Darah Tinggi |
|
|---|
| Ketum PERDOSRI: Pentingnya Perubahan Paradigma Layanan Kesehatan Menuju Pemulihan Fungsi |
|
|---|
| IDAI Rilis Panduan Mudik Sehat Bersama Anak, Vaksinasi Jadi Prioritas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/Emilia-E-Achmadi-MS-js.jpg)