Minggu, 19 April 2026

Pilkada

KPU Jakarta Diduga Coklit Warga Asal-asalan, KIPP Temukan Banyak Warga tak Terdata di Pilkada

Petugas KPU Jakarta diduga tak menjalankan tugas dengan baik, mereka tak melakukan coklit secara benar.

Penulis: Yolanda Putri Dewanti | Editor: Valentino Verry
Wartakotalive/Yolanda Putri Dewanti
Ilustrasi - Petugas pantarlih yang direkrut KPU Jakarta saat melakukan coklit di rumah warga untuk Pilkada Jakarta 2024. Temuan KIPP, banyak warga yang belum terdata. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Petugas Pemuktahiran Data Pemilih (Pantarlih) sudah selesai melakukan Pencocokan dan Penelitian Data Pemilih (Coklit) Pilkada Jakarta 2024.

Dalam penelusurannya, Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Jakarta menemukan adanya dugaan warga yang tidak tercoklit.

Baca juga: Coklit Terakhir! Presiden Jokowi dan Ibu Negara Dipastikan Siap Coblos Pilgub Jakarta

Ketua KIPP Jakarta Faiz Yazid, menhgatakan warga berinisial S yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Elektronik Jakarta tidak tercoklit di daerah Kelurahan Gedong, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur.

“Setelah KIPP Jakarta mengonfirmasi hasil temuan relawan di lapangan, S mengaku tidak ada petugas KPU yang mendatangi rumahnya apalagi menghubunginya,” ucap Faiz, Jumat (26/7/2024).

Faiz mengatakan, atas temuan tersebut KIPP Jakarta menduga KPU Jakarta tidak melakukan monitoring secara maksimal dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta dan jajaranya tidak melakukan pengawasan dengan baik sehingga terjadi hal demikian.

“Oleh karena itu, KIPP Jakarta meminta KPU DKI Jakarta melakukan kroscek kembali atas temuan tersebut,” imbuhnya.

Baca juga: Coklit Selesai, Jumlah Pemilih Pilkada DKI Jakarta 2024 Sebanyak 8,3 Juta Orang

Kemudian, Bawaslu dan KPU DKI Jakarta harus mengevaluasi jajarannya dengan cara penguatan kapasitas petugas di tingkat Kecamatan dan Kelurahan, sebab tahapan Pemilihan masih panjang.

Sebelumnya diberitakan, Ketua Divisi Data dan Informasi KPU Provinsi DKI Jakarta, Fahmi Zikrillah memastikan bahwa coklit telah selesai 100 persen.

“Alhamdulillah, proses coklit di DKI Jakarta per hari ini jam 16.00 sudah rampung 100 persen. Sebanyak 8.315.669 data pemilih yang tersebar di 14.775 TPS se Jakarta telah tercoklit oleh petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih). Terimakasih kepada semua pantarlih, warga Jakarta dan sejumlah stakeholder yang telah bersinergi untuk pelaksanaan tahapan coklit ini," ungkap Fahmi.

Fahmi menyebut, angka itu kemungkinan akan ada perubahan sesuai dengan hasil coklit di lapangan.

Fahmi menjelaskan bahwa setelah coklit berakhir, maka berikutnya PPS akan menyusun daftar pemilih hasil pemutakhiran.

"Hasil coklit tersebut menjadi bahan bagi kami untuk melakukan rekapitulasi dan menetapkan Daftar Pemiliih Sementara secara berjenjang, mulai dari kelurahan hingga nanti di Provinsi," ujar Fahmi.

Rapat pleno terbuka rekapitulasi daftar pemilih hasil pemutakhiran dijadwalkan dimulai tanggal 1-3 Agustus di Tingkat PPS (kelurahan), 5-7 Agustus di Tingkat PPK (kecamatan), 9-11 Agustus di Tingkat KPU Kab/Kota dan 14-17 Agustus di Tingkat Provinsi.

Setelah itu, KPU Provinsi DKI Jakarta akan mengumumkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) secara terbuka kepada masyarakat melalui website, media sosial, maupun ditempel di papan pengumuman kelurahan ataupun RT/RW setempat.

Fahmi mengimbau kepada warga Jakarta untuk mengecek secara mandiri, apakah namanya sudah terdaftar atau belum di dalam daftar pemilih.

“Saya mengajak, seluruh masyarakat Jakarta untuk mengecek namanya terdaftar atau belum terdaftar melalui website: cekdptonline.kpu.go.id. Jika belum terdaftar dapat segera melaporkan ke PPS, PPK ataupun KPU kota setempat," jelas Fahmi.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News

Ikuti saluran WartaKotaLive.Com di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaYZ6CQFsn0dfcPLvk09

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved