Parkir Liar

Winda Histeris Suaminya Diangkut Petugas di Roxy Jakpus: Suami Saya Bukan Tukang Parkir

Winda Histeris Suaminya Diangkut Petugas di Roxy Jakpus: Suami Saya Bukan Tukang Parkir

Penulis: RafzanjaniSimanjorang | Editor: Budi Sam Law Malau
Wartakotalive.com/ Rafzanjani Simanjorang
Seorang wanita berkaos putih dengan motif corak bergaris dan mengenakan celana pendek histeris dan berteriak marah kepada petugas gabungan yang melakukan penertiban juru parkir dan parkir liar di bawah Fly Over Roxy, Jakarta Pusat, Rabu (29/5/2024). Wanita bernama Winda tersebut marah karena sang suami yang bernama Wandi (32) dijaring razia tukang parkir liar dan diangkut petugas ke mobil. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Seorang wanita berkaos putih dengan motif corak bergaris dan mengenakan celana pendek marah-marah kepada petugas gabungan yang melakukan penertiban juru parkir dan parkir liar di bawah Fly Over Roxy, Jakarta Pusat, Rabu (29/5/2024).

Wanita bernama Winda tersebut marah karena sang suami yang bernama Wandi (32) dijaring razia tukang parkir liar dan diangkut petugas ke mobil.

Pantauan Warta Kota, Rabu siang, Wandi dibawa bersama sejumlah pria yang diduga jadi juru parkir liar di bawah Fly Over Roxy.

Tak hanya juru parkir, belasan motor pun turut diangkut petugas.

Winda yang mengetahui suaminya diangkut petugas langsung datang dan berteriak histeris.

"Suami gue kok diangkut? Dia bukan tukang parkir!," teriaknya, Rabu (29/5/2024).

Winda histeris karena suaminya diangkut petugas
Seorang wanita berkaos putih dengan motif corak bergaris dan mengenakan celana pendek histeris dan berteriak marah kepada petugas gabungan yang melakukan penertiban juru parkir dan parkir liar di bawah Fly Over Roxy, Jakarta Pusat, Rabu (29/5/2024). Wanita bernama Winda tersebut marah karena sang suami yang bernama Wandi (32) dijaring razia tukang parkir liar dan diangkut petugas ke mobil.

Baca juga: Petugas Gabungan Tertibkan 127 Juru Parkir Liar Selama 2 Hari di Berbagai Titik di Jakarta

Ia protes karena suaminya hendak berdagang namun diangkut petugas.

Winda turut menegaskan bahwa sang suami merupakan warga setempat.

Dirinya pun tak terima suaminya dibawa petugas.

Baca juga: Sanksi Berat Menanti Juru Parkir Liar di DK Jakarta jika Ulangi Kesalahan

"Suami saya tukang service telepon genggam bukan tukang parkir. Dia mau buka tukang service masak asal tangkap-tangkap saja. Tidak bisa begitu," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Kasiop Suku Dinas Perhubungan Kota Jakarta Pusat, Haryo mengatakan pemanfaatan lahan badan jalan atau trotoar oleh warga sekitar sebagai lahan pribadi mencari nafkah termasuk pelanggaran.

Warta Kota lalu berhasil mewawancarai Wandi di kantor Suku Dinas Perhubungan Kota Jakarta Pusat yang berada di Kecamatan Senen.

"Saya tadi lagi ngopi dan mau membuka servisan (toko servisan telepon genggam). Cuma memang posisinya saya tadi lagi megang motor, langsung main bawa-bawa," katanya.

Baca juga: Juru Parkir Liar di Masjid Isitiqlal Palak Rp 150 Ribu, Ternyata Saat Dicek Urine Terkandung Narkoba

Wandi mengaku kecewa karena seharusnya dirinya sudah buka service namun malah berurusan dengan petugas.

Ia sendiri telah berupaya memberikan keterangan saat di lokasi tadi, namum petugas meminta dirinya memberikan keterangan di kantor.

Adapun berkaitan dengan protes keras istrinya, Wandi hanya bisa tertawa kecil.

"Memang karakter istri saya seperti itu. Bisa jadi dirinya khawatir," ujarnya. (raf)

Baca berita WartaKotalive.com lainnya di Google News 

Ikuti saluran WartaKotaLive.Com di WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaYZ6CQFsn0dfcPLvk09

 

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved