Pembunuhan

Hotman Paris Minta Polda Jabar Interogasi Keluarga Perong Diduga Terlibat Sembunyikan

Hotman Paris minta agar Polda Jawa Barat menangkap keluarga Pegi Setiawan alias Perong bila terbukti terlibat menyembunyikan

Kolase foto/istimewa
Hotman Paris minta keluarga Perong ikut diperiksa terkait dugaan disembunyikan selama 8 tahun setelah bunuh Vina di Cirebon 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kuasa hukum mendiang Vina Cirebon, Hotman Paris minta agar Polda Jawa Barat (Jabar) menangkap keluarga Pegi Setiawan alias Perong bila terbukti terlibat menyembunyikan selama 8 tahun. 

Hotman Paris berterima kasih pada Polda Jawa Barat karena bisa menangkap 1 DPO dari 3 orang diduga pelaku pembunuh dan pemerkosaan Via dan Eky sang pacar di Cirebon. 

"Saya minta Polda Jabar memanggil keluarga Perong apakah mereka terlibat sebagai obstruction of justice menyembunyikan pelaku," ujar Hotman, Rabu (22/5/2024). 

Menurut Hotman, keluarga pelaku pembunuh Vina wajib diinterogasi dan bisa ditinda pidana kalau terbukti menyembunyikan Pegi Setiawan alias Perong

Sebelumnya Pegi ditangkap di Bandung diduga sebagai pelaku utama kasus pembunuhan Vina Cirebon.

Berdasarkan ciri-ciri yang disebar polisi, Pegi Setiawan alias Egi alias Perong ini berusia 30 tahun.

Saat peristiwa pembunuhan terjadi, Pegi masih berusia 22 tahun.

Terakhir, Pegi Setiawan tercatat sebagai warga Desa Banjarwangun, Kecamatan Mundu, Kabupaten Cirebon.

Pegi memiliki tinggi 160 cm dengan badan kecil, rambut keriting, dan kulit sawo matang.

Baca juga: BREAKING NEWS: Polisi Tangkap 1 DPO Kasus Vina Cirebon, Pegi Aka Perong di Bandung

Pegi Setiawan diamankan tim Polda Jabar pada Selasa (21/5/2024) malam di Bandung.

"Atas nama Pegi Setiawan diamankan tadi malam di Bandung," ujar Surawan, kepada Tribun, Rabu (22/5/2024).

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Jules Abraham Abast, mengungkap pekerjaan Pegi Setiawan yang ditangkap karena dugaan terlibat dalam kasus  Vina Cirebon.

Pegi ditangkap di Bandung pada Selasa (21/5/2024), malam.

Abast mengatakan, Pegi saat ditangkap bekerja sebagai buruh.

Abast mengatakan itu dalam wawancara yang disiarkan langsung SCTV pada Rabu (22/5) siang.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved