Ibadah Haji

Dokter Ngabila Imbau Jamaah Haji Punya Penyakit Harus Pastikan Stok Obat Cukup Selama 50 Hari

Kepala Seksi Pelayanan Medik RSUD Tamansari, dr Ngabila Salama meminta calon jamaah haji menjaga kesehatan sebelum berangkat.

ANTARA FOTO/SAUDI PRESS AGENCY/HANDOUT VIA REUTERS
Untuk mencegah penyakit selama ibadah haji 2024, dr Ngabila Salama sarankan rajin cek kesehatan foto saat Umat Muslim memakai masker pelindung dan menjaga jarak sosial melakukan Tawaf mengelilingi Ka'bah dalam musim Haji di tengah pandemi penyakit virus korona (COVID-19) di kota suci Mekah, Arab Saudi, Jumat (31/7/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Kloter pertama jamaah haji 2024 bakal diberangkatkan ke tanah suci Mekkah pada 12 Mei mendatang. 

Sebelum terbang menjalani ibadah haji, para jamaah bakal menjalani pemeriksaan kesehatan tahap ke-3 di asrama haji Pondok Gede.

Oleh karena itu, Kepala Seksi Pelayanan Medik RSUD Tamansari, dr Ngabila Salama meminta calon jamaah haji menjaga kesehatan sebelum berangkat.

"Bagi yang membawa obat-obatan rutin pribadi harus bisa memastikan cukup untuk 40-50 hari, juga jika membawa vitamin atau suplemen apa pun harus dilist pada kertas, di embarkasi di cap dan ditandatangani dokter kloter untuk verifikasi (validasi)," kata Ngabila, Kamis (2/5/2024).

Ngabila Salama juga menyarankan kepada jamaah yang membawa obat rutin agar menyimpan di tas yang mudah dibuka atau bisa masuk cabin pesawat.

Baca juga: Uang Saku Jamaah Haji 2024 Disalurkan Lewat Bank, Nilainya Tembus Rp665 Miliar

Ia mengaku, perjalanan dari Bandara Soekarno-Hatta membutuhkan waktu sekira 9-11 jam.

"Jamaah yang rutin memakai dan membawa insulin, diupayakan membawa coolbox atau kotak pendingin masing-masing. Kemudian penyimpanannya bisa dititip ke supervisi tenaga kesehatan kloter," tegasnya.

Ngabila menambahkan, ia mengimbau para jamaah haji bisa berkomunikasi jika mengalami masalah kesehatan.

"Selalu komunikasi masalah kesehatan secara langsung dengan petugas kesehatan kloter atau melalui ketua regu, ketua rombongan, dan pembimbing ibadah," imbuhnya. 

5 Penyakit intai jamaah haji

Cuaca ekstrem di tanah suci mencapai 44 derajat celcius, kondisi tersebut menjadi tantangan yang tidak mudah bagi para jama’ah haji yang sekarang berada disana.

Selain itu jamaah haji juga perlu mewaspadai potensi penyebaran penyakit di tengah kerumunan massa dan perjalanan yang panjang.

Firman Dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyag Surabaya menjelaskan beberapa jenis penyakit yang sering muncul saat ibadah haji, dan tips pencegahannya

1. Penyakit Saluran Pernapasan

Seperti influenza (flu) dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), tuberkulis dan penyakit menular lainnya, yang dapat dengan mudah menyebar di antara jamaah haji karena kontak dekat dengan orang lain, terutama dalam kerumunan.

“Untuk mencegah penyebaran penyakit tersebut, jamaah haji penting untuk selalu menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan secara teratur, menggunakan masker saat batuk atau bersin, dan menghindari kontak dengan orang yang sakit,” ujar Firman

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved