Minggu, 3 Mei 2026

Berita Nasional

Ulang Tahun Kopassus ke-72, Ini Sepak Terjang dan Prestasinya

Pendirian KOPASSUS sendiri dilatarbelakangi peristiwa yaitu pemberontakkan yang terjadi di Maluku yang dilakukan kelompok Republik Maluku Selatan

Tayang:
istimewa
Ultah Kopassus pada 16 April 2024, ini sejarahnya 

3. Operasi TRIKORA

TRIKORA merupakan sebuah singkatan dari Tri Komando Rakyat. TRIKORA merupakan sebuah konflik antara Indonesia dan Belanda. Belanda mengklaim bahwa Irian Barat merupakan satu provinsi kerajaan Belanda.

Operasi Infiltrasi dilakukan oleh personil gabungan PGT (Pasukan Gerak Tjepat) dan RPKAD diterjunkan di tengah hutan belantara di Irian Barat.

Pasukan terbagi menjadi dua tim yakni banteng 1 di Fak-fak dan Banteng 2 di Kaimana. Setelah terjun dilaksanakan mereka melaporkan keadaan bahwa banyak desa dibakar oleh Belanda dan tidak ada tanda-tanda penduduk, dalam beberapa hari mereka bertemu dengan Marinir Belanda dan kontak senjata terjadi, tetapi sesuai dengan instruksi jika kekuatan tidak imbang maka harus segera kembali ke hutan lagi.

Tujuan utama dari infiltrasi ini adalah untuk mengacaukan situasi sekaligus menarik perhatian belanda. Dengan adanya kehadiran sukarelawan karena operasi infiltrasi dan pasukan Khusus Indonesia, Belanda terlihat goyah.

4. Operasi Pengintegrasian Timor Timur

Awal mula terjadinya operasi ini dilatar belakangi oleh adanya ketegangan politik yang didalangi oleh kelompok Fretilin. Ketegangan inipun kemudian memunculkan isu pendisintegrasian Timor Timur dari Indonesia.

Karena hal inilah, kemudian Presiden Soeharto menginstruksikan agar dilakukan operasi pengintegrasian Timor Timur ke Indonesia. Operasi ini kemudian dikenal juga dengan nama Operasi Seroja. Kopassanda sendiri ditugaskan untuk melakukan operasi khusus yang bertujuan  mengintegrasikan Timor Timur dengan Indonesia.

Pada tanggal 7 Desember 1975, pasukan ini berhasil melakukan infiltrasi ke Dili. Setelahnya Kopassanda ditugaskan untuk mengamankan lapangan udara.

Sementara Angkatan Laut dan Angkatan Udara mengamankan kota. Semenjak saat itu peran pasukan ini terus berlanjut dan membentuk sebagian dari kekuatan udara yang bergerak (mobile) untuk memburu tokoh Fretilin yaitu Nicolau dos Reis Lobato yang diduga sebagai dalang dari peristiwa tersebut.

5. Operasi Pembebasan Sandera

Operasi ini merupakan salah satu prestasi yang melambungkan nama pasukan khsusus dari TNI. Pada waktu itu Kopassandha melakukan operasi pembebasan sandera yaitu para awak dan penumpang pesawat DC-9 Woyla Garuda Indonesian Airways yang dibajak oleh lima orang yang mengaku berasal dari kelompok ekstrimis Islam “Komando Jihad”, yang dipimpin Imran bin Muhammad Zein pada 28 Maret 1981.

Pesawat yang tengah menerbangi rute Palembang-Medan itu sempat didaratkan di Penang, Malaysia dan akhirnya mendarat di Bandara Don Mueang, Bangkok.

Di bawah pimpinan Letkol Sintong Panjaitan, pasukan Kopassandha mampu membebaskan seluruh sandera dan menembak mati semua pelaku pembajakan.

Korban yang jatuh dari operasi ini adalah Capa (anumerta) Achmad Kirang yang meninggal tertembak pembajak serta pilot Kapten Herman Rante yang juga ditembak oleh pembajak. Imran bin Muhammad Zein ditangkap dalam peristiwa tersebut dan dijatuhi hukuman mati.

Sumber : Undip.ac.id

Halaman 4/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved