Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Nasional

Ulang Tahun Kopassus ke-72, Ini Sepak Terjang dan Prestasinya

Pendirian KOPASSUS sendiri dilatarbelakangi peristiwa yaitu pemberontakkan yang terjadi di Maluku yang dilakukan kelompok Republik Maluku Selatan

Tayang:
istimewa
Ultah Kopassus pada 16 April 2024, ini sejarahnya 

1. Penumpasan RMS

RMS atau Republik Maluku Selatan merupakan sebuah organisasi saparatis yang didirikan oleh masyarakat Maluku dan dipimpin oleh Manusama.

RMS lahir dilatarbelakangi oleh perasaan dan presepsi adanya kesenjangan sosial antara wilayah Indonesia Timur dengan Pulau Jawa mendorong munculnya gerakan memisahkan diri dengan Negara Indonesia di wilayah Maluku.

Gerakan ini berlangsung antara tahun 1950 hingga 1966. RMS menyebabkan Maluku terpecah menjadi dua.

Satu sisi mendukung Suomokil rekan Manusama dan sisi lain mendukung Soekarno.

Kemudian terbentuk sebuah pasukan Komando Kesatuan Territori. Kementerian Pertahanan Republik Indonesia Serikat menyatakan, peristiwa berdirinya RMS diselesaikan secara militer, dipimpin oleh Kolonel A.E Kawilarang.

Keputusan ini dilakukan setelah perundingan damai tidak disetujui oleh pihak RMS. Kemudian dikirim 850 orang personel TNI yang dipimpin oleh Komandan Mayor Pellupessy.

Mereka berlayar dari 14 Juli dan sampai di Maluku Selatan pada 24 Juli 1950. Kemudian tepat pada 21 Agustus terjadi “Operasi Fajar” dipimpin oleh Letnan Kolonel Slamet Riyadi dengan sasaran utamanya menduduki Kota Piru di Pulau Seram.

Walaupun mereka pernah sedikit kuwalahan karena ambisi anggota RMS yang kuat akan tetapi mereka berhasil menumpas RMS yang berakhir pada tahun 1966.

Pemerintah RI mengambil tindakan tegas dengan melaksanakan hukuman mati terhadap sisa-sisa gerombolan RMS.

2. Penumpasan PRRI/PERMESTA

Pergolakan PRRI/Permesta berawal dari konflik internal Angkatan Darat (AD). Kekecewaan atas minimnya kesejahteraan anggota AD di daerah berujung pada tuntutan otonomi daerah serta upaya melepaskan diri dari Pemerintahan Republik Indonesia.

Misi penumpasan PRRI ini, RPKAD bekerjasama dengan Angaktan Udara Republik Indonesia (AURI). Pasukan RPKAD diternjunkan di Lanud Simpang Tiga, Pekanbaru setelah AURI membombardir Lanud tersebut.

Para Serdadu PRRI menggunakan Arhanud tetapi mereka melarikan diri, mereka tidak mengira akan adanya serangan dadakan oleh RPKAD sehingga mereka lari ke dalam hutan.

Pertempuran tersebut hanya terjadi beberapa menit saja dan RPKAD berhasil menguasai Lanud Simpang Tiga.

Halaman 3/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved