Kesehatan

Kolaborasi Alodokter dan Takeda, Waspadai Penyebaran DBD di Libur Lebaran

Hingga pekan ke-11 tahun 2024, 2024 dilaporkan terdapat 35.556 kasus DBD dengan 290 kematian. Waspadai penyebaran saat libur Lebaran.

Editor: Rusna Djanur Buana
istimewa
PT Takeda Innovative Medicines dan Alodokter berkolaborasi dalam memerangi penyakit DBD di Indonesia. 

Sementara itu Presiden Direktur PT Takeda Innovative Medicines, Andreas Gutknecht, menekankan perlunya lebih banyak edukasi tentang DBD dan intervensi inovasi dalam pencegahan DBD.

Menurutnya masih banyak kesalahpahaman terkait risiko, tingkat keparahan, dan pencegahan dengue.

Di Indonesia, semua orang berisiko terkena DBD, tanpa memandang usia, di mana mereka tinggal, atau gaya hidup.

DBD terutama memberikan dampak pada populasi usia aktif, dan merupakan penyebab utama kematian bagi anak-anak.

Perlindungan melalui vaksinasi direkomendasikan oleh asosiasi medis tidak hanya untuk anak-anak tetapi juga orang dewasa.

"Jadi kita perlu memperkaya pengetahuan tentang DBD dan pencegahannya melalui sumber-sumber yang tepercaya, untuk melindungi diri kita sendiri dan orang-orang yang kita cintai.

Bersama kita dapat memerangi DBD dan mencapai tujuan pemerintah Indonesia yaitu nol kematian akibat DBD pada tahun 2030," kata Andreas.

“DBD adalah penyakit yang mengancam jiwa dan sampai saat ini tidak ada pengobatan khusus untuk DBD sehingga tindak pencegahan adalah kuncinya.

Baca juga: Menang Pilpres bersama Prabowo Gibran Tetap Irit Bicara, Pikirkan Merebaknya Kasus DBD

Oleh karena itu, kami menyambut baik kemitraan dengan Alodokter sebagai sumber informasi kesehatan tepercaya, untuk bersama-sama meningkatkan kesadaran masyarakat dan pengetahuan tenaga kesehatan tentang DBD, pencegahannya, serta penanganannya," ujarnya.

Sebelumnya Takeda juga sudah membangun kemitraan dengan Kementerian Kesehatan melalui kampanye bersama #Ayo3MplusVaksinDBD, yang mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menerapkan 3M Plus secara konsisten  guna membatasi populasi nyamuk, serta berkonsultasi dengan dokter mengenai intervensi inovatif melalui vaksinasi.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved