Kasus DBD

Heru Budi Hartono Sedikit Khawatir Lihat Kasus DBD Cenderung Naik: di Jakarta Selatan Ada 500 Kasus

Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono sedikit khawatir atas perkembangan kasus DBD. Dia pun minta masyarakat waspada.

Penulis: Miftahul Munir | Editor: Valentino Verry
Warta Kota/Miftahul Munir
Penjabat Gubernur DKI Heru Budi Hartono sedikit khawatir atas kasus DBD yang cenderung naik. Dia pun minta masyarakat untuk waspada. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di DKI Jakarta mulai mengalami kenaikan sejak beberapa pekan terakhir.

Hal itu diungkap oleh Pj Gubernur DKI Jakarta saat diwawancarai di GOR Cengkareng, Jakarta Barat, Senin (25/3/2024).

Heru mengatakan, di Jakart Selatan saat ini ada sekitar 500 kasus DBD dan menjalani perawatan di beberapa rumah sakit.

Baca juga: Sempat Melonjak Naik, Kasus DBD di Kota Tangerang Selatan Turun Hingga 50 persen

"Maka dari itu kalau bisa masyarakat bersama-sama juga menyemprot, jaga kebersihan, baju-baju di rumah itu jangan digantung terlalu lama," kata Heru.

Heru menjelaskan, antisipasi agar DBD tidak meningkat adalah melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3 M.

Selain itu, ia mengimbau agar anak-anak ketika keluar rumah menggunakan baju dan celana panjang.

"Ya lotion. Yang anti nyamuk ya," imbuhnya.

Baca juga: Menang Pilpres bersama Prabowo Gibran Tetap Irit Bicara, Pikirkan Merebaknya Kasus DBD

Sebelumnya, kasus DBD di RSUD Tamansari, Jakarta Barat terus mengalami kenaikan sejak satu Minggu terakhir.

Kepala Seksi Pelayanan Medik RSUD Tamansari, dr Ngabila Salama mengatakan, ada enam kasus DBD pada anak dan dua kasus launnya dialami orang dewasa.

"Semuanya dengan diagnosis DBD dirawat RSUD Tamansari. Kondisi aman dan terkendali," kata Ngabila, Kamis (21/3/2024).

Menurut Ngabila, kasus DBD akan meningkat setiap tahunnya terhitung dari bulan Desember sampai April mendatang.

Alasannya karena di bulab tersebut intensitas hujan sedang tinggi dan bakal terjadi genangan air di sejumlah titik.

Genangan air itu bisa menjadi sarang nyamuk untuk berkembang biak dan saat musim hujan itu imunitas warga sedang turun efek pancaroba atau pergantian musim.

"Kemudian, kelembaban udara tinggi saat musim hujan atau relative humidity (RH) tinggi membuat nyamuk DBD (aedes aegepty) lebih mudah berkembang biak," ungkapnya.

Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News

Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved