Selasa, 7 April 2026

Pemilu 2024

Bawaslu DKI Ingatkan Pentingnya Data dalam Tangani Dugaan Pelanggaran Pemilu

Bawaslu DKI Jakarta mengingatkan pentingnya data dalam menangani dugaan pelanggaran Pemilu.

Wartakotalive/Fitriyandi Al Fajri
Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu DKI Benny Sabdo saat membuka kegiatan Pengelolaan Data Penanganan Pelanggaran Masa Kampanye yang dihadiri oleh jajaran Bawaslu tingkat kabupaten/kota di DKI Jakarta, Jumat (26/1/2024). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Badan Pengawas Pemilihan Umum atau Bawaslu DKI Jakarta mengingatkan pentingnya data dalam menangani dugaan pelanggaran Pemilu.

Hal itu diungkapkan Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu DKI Benny Sabdo di hadapan para perangkat Bawaslu tingkat kabupaten/kota di Jakarta.

“Terkait data di kabupaten dan kota, kami ingin memastikan teman-teman di jajaran bahwa seluruh temuan dan laporan itu dicatat dengan rapi,” kata Benny saat membuka kegiatan Pengelolaan Data Penanganan Pelanggaran Masa Kampanye yang dihadiri oleh jajaran Bawaslu tingkat kabupaten/kota di DKI Jakarta, Jumat (26/1/2024).

Benny mengatakan, dokumentasi menjadi hal penting untuk mendalami adanya dugaan pelanggaran, baik itu berupa laporan maupun temuan.

Dia juga meminta agar dokumentasi diprioritaskan, karena juga menjadi bagian pertanggungjawaban kepada publik.

Baca juga: Sempat Mangkir, Gibran Akhirnya Penuhi Panggilan Bawaslu Terkait Dugaan Pelanggaran Kampanye

“Tentu kalau data di masing-masing kota dan kabupaten kan sudah memiliki rekapannya, bagi yang belum tolong dibereskan. Nanti dimasukan ke dalam (aplikasi) Sigap Lapor yang dibangun oleh Bawaslu,” jelas Benny.

Menurut dia, sudah seharusnya semua data-data yang ditangani oleh perangkat Bawaslu kabupaten/kota di Jakarta dimasukkan ke dalam aplikasi tersebut.

Di samping itu, perangkat Bawaslu di kabupaten/kota juga harus membuat publikasi agar masyarakat tahu peran dan kerja mereka saat penyelenggaraan Pemilu.

“Publikasi itu bisa dilakukan di website, media sosial dan seterusnya. Untuk apa? Agar capaian teman-teman di kabupaten/kota itu bisa dibaca oleh masyarakat,” jelasnya.

“Kalau laporannya tidak ada, orang kan nggak tahu sudah ngapain saja maka dari itu data menjadi hal yang penting. Ketika data sudah diinventarisir, teman-teman harus mempublikasikan di media sosial dan diberikan infografis agar menarik untuk dibaca,” sambungnya.

Baca juga: KPU Tegaskan Presiden Harus Cuti Kalau Mau Ikut Kampanye di Pilpres 2024

Benny menambahkan, para perangkat Bawaslu di kabupaten/kota Jakarta juga harus menjaga kesehatan menjelang Pemilu 2024.

Dia menyadari, mengawasi penyelenggaraan Pemilu kali ini penuh tantangan karena dilakukan secara serentak.

“Teman-teman harus menjaga kesehatan karena nanti menjelang pungut-hitung, ada masa tenang yang harus diwaspadai. Kemudian ada pemungutan suara dan penghitungan suara, rekapitulasi itu biasanya hari-hari yang sangat pada, jadi teman-teman harus menyiapkan stamina supaya fisiknya tidak drop,” ungkapnya.

Untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM) jajarannya, Bawaslu DKI Jakarta juga menghadirkan berbagai narasumber dalam kegiatan tersebut.

Narasumber dihadirkan untuk mengedukasi mereka dalam tata kelola data dalam menangani dugaan pelanggaran Pemilu.

“Data ini memang kami sedang susun, tujuannya selain untuk internal biar rapi, juga untuk mengantisipasi soal potensi sengketa nanti. Biasanya sengketa hasil, Bawaslu itu menjadi pihak terkait maka kami minta kepada teman-teman jajaran kota/kabupaten supaya membuat pendataan yang rapi,” pungkasnya. (faf)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved