Berita Jakarta
Terkenal Berandal saat Masih Sekolah, Asep Tak Menyangka Bisa Jadi Lurah Pejaten Barat
Lurah Pejaten Barat Asep Ahmad Umar memiliki masa lalu yang kelam, kini justru jadi teladan masyarakat.
Penulis: Nurmahadi | Editor: Valentino Verry
Dia mengaku, bisa membayar uang kuliah, dan makan sehari-hari, dari penghasilannya sebagai sopir taxi.
"Dari situ saya udah enggak minta uang lagi ke orangtua saya, bukan minta tapi justru saya bisa nyicil Rp 500 ribu ke ayah saya tiap bulan," ungkap Asep.
Singkat cerita, Asep mulai bergabung menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN), pada tahun 1999.
Saat itu, Asep ditugaskan di Kantor Wilayah (Kanwil) Dinas Pendidikan, di bagian keuangan.
Dia pun mulai bertugas di sana hingga tahun 2008.
Selama periode itu, Asep mengatakan telah melakukan beragam terobosan, salah satunya membuat sebuah sistem di Dinas Pendidikan.
Dengan sistem buatannya itu, dia dapat dengan mudah mendata seluruh pengeluaran hingga aset semua sekolah, baik SD, SMP maupun SMA di DKI Jakarta.
"Saya buat sistem saat itu, karena saya berada di bagian keuangan, saya undang semua sekolah di DKI saat itu, saya ajari saya kasih password, sehingga tiap sekolah dapat memasukkan data aset yang dimilikinya ke sistem tersebut, jadi sekali klik, data semua sekolah bisa saya akses," ungkap Asep.
Setelah bertugas di Dinas Pendidikan, Asep pun mulai mendaftar sebagai calon lurah, pada tahun 2016.
"Saat itu ada lelang lurah, saya coba ikut tes, dari 700 orang, hanya 200 orang yang terpilih, dan saya salah satunya," ungkap Asep.
Setelahnya, dia pun ditugaskan di Kelurahan Lenteng Agung, sebagai Kepala Seksi Kesejahteraan (Kasi Kesra).
Saat menjadi Kasi Kesra, Asep pun mulai melakukan beragam inovasi, untuk menghidupkan ekonomi masyarakat, dan menghidupkan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK).
Satu di antaranya, yakni menciptakan sentra usaha batik, bernama Batik Kolalen, pada tahun 2018.
"Sentra usaha batik itu, dikerjakan oleh ibu-ibu PKK, tujuannya untuk meningkatkan ekonomi mandiri, alhamdulillah peminatnya banyak saat itu," ujar Asep.
Pada tahun 2019, dia pun pindah tugas ke Kelurahan Bangka sebagai Kepala Seksi Pemerintahan.
Hingga pada 13 Juni 2022, dia pun mulai bertugas sebagai Lurah di Pejaten Barat, Pasar Minggu, sampai saat ini.
Asep mengatakan, menjadi seorang ASN atau seorang Lurah, bukanlah cita-cita masa kecilnya.
Namun, dia mengaku menjadi seorang ASN adalah bentuk sumbangsihnya, agar dapat bermanfaat bagi banyak orang.
"Jadi ASN apalagi jadi Lurah, bukan keinginan masa kecil saya, semuanya berjalan mengalir begitu saja, namun tentunya, dengan menjadi lurah, keinginan saya untuk bermanfaat bagi orang banyak, bisa tercapai," ujar Asep.
Baca berita Wartakotalive.com lainnya di Google News
Pramono Diminta Revisi Pergub KJMU untuk Jangkau Mahasiswa dari Kampus Akreditasi B dan C |
![]() |
---|
Kebutuhan Mendesak, Golkar DKI Jakarta Dukung Pembangunan RS Royal Batavia Cakung |
![]() |
---|
Meninggal Dilindas Rantis Brimob, Cerita Affan Kurniawan Tinggal di Balik Megahnya Gedung Jakarta |
![]() |
---|
BPJS Ketenagakerjaan Mampang Tekankan Pentingnya Perlindungan Jaminan Sosial bagi Siswa Magang |
![]() |
---|
Affan Kurniawan Tulang Punggung Keluarga, Pramono Janji Berikan KJP untuk Adik Almarhum |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.